Kecelakaan Pesawat Mematikan Sepanjang 2018

Lentera24.com | WASHINGTON -- Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat penumpang komersial di seluruh dunia melonjak pada 2018. Perusahaan konsultan penerbangan Belanda To70 dan Aviation Safety Network pada Selasa (1/1) melaporkan ada lebih dari 500 kematian akibat kecelakaan pesawat penumpang pada 2018.


Namun laporan itu menekankan, kecelakaan fatal masih termasuk jarang terjadi. To70 memperkirakan, tingkat kecelakaan fatal untuk pesawat penumpang komersial besar terjadi 0,36 kali per satu juta penerbangan, atau satu kecelakaan fatal untuk setiap tiga juta penerbangan.

Angka itu naik dari 0,06 kali per satu juta penerbangan pada 2017. Angka itu juga berada di atas rata-rata angka kecelakaan fatal selama lima tahun terakhir, yaitu 0,24 kali dalam satu juta penerbangan. 

Tercatat ada 13 kematian pada 2017 dalam dua kecelakaan fatal di seluruh dunia, tetapi keduanya berada di pesawat turboprop regional. Sedangkan dalam pesawat penumpang komersial tercatat nol kematian.

Selama dua dekade terakhir, angka kematian dalam insiden penerbangan di seluruh dunia telah menurun. Aviation Safety Network melaporkan, dalam periode itu angka kematian tertinggi dalam kecelakaan pesawat penumpang komersial terjadi pada 2005, dengan 1.015 kematian.

Meskipun ada peningkatan, 2018 masih menjadi tahun teraman ketiga dalam hal jumlah kecelakaan fatal. Tahun ini juga menjadi tahun aman kesembilan jika dilihat dalam hal jumlah korban tewas.

"Jika tingkat kecelakaan tetap sama dengan sepuluh tahun yang lalu, akan ada 39 kecelakaan fatal tahun lalu," kata kepala eksekutif Aviation Safety Network, Harro Ranter, dalam sebuah pernyataan, Selawa (1/1).

"Ini menunjukkan kemajuan besar dalam hal keamanan dalam dua dekade terakhir," tambah dia.

Pada 29 Oktober lalu, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai penerbangan Lion Air menabrak Laut Jawa setelah lepas landas dari Jakarta. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 189 orang.

Pada Mei, pesawat Boeing 737-201 di Kuba jatuh tepat di luar bandara Havana dan menewaskan 112 orang. Pada Maret, 51 dari 71 penumpang tewas setelah pesawat US-Bangla Airlines jatuh saat mendarat di Bandara Internasional Nepal.

Pada Februari, sebuah pesawat yang dioperasikan oleh Saratov Airlines jatuh di Rusia setelah lepas landas dari Stepanovskoye dan menewaskan 71 orang di dalamnya. Sementara pada bulan yang sama, sebuah pesawat Aseman Airlines menabrak gunung di Iran dan menewaskan 66 orang di dalamnya. [] REPUBLIKA.CO.ID
Diberdayakan oleh Blogger.