Merias Wajah Kota Dengan Keterbatasan


Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Dengan keterbatasan dana anggaran, petugas pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang tetap berpacu dan bekerja keras dalam meningkatkan kinerjanya  membenahi serta mempersolek wajah Ibu Kota Kabupaten bergelar Bumi Muda Sedia. Bahkan sejak beberapa bulan lalu, pihaknya memiliki target menanam bunga sebanyak 150 hingga 200 batang pohon bunga perhari.

 
Bukan hanya sekedar menanam bunga saja yang minim anggaran, bahkan setiap harinya, petugas yang paling berjasa dibidang keindahan kota juga harus menyediakan pupuk kompos atau tanah humus bebas (free) pembiayaan. Tanah humus gratis tersebut didapatkan melalui mencari di sejumlah lokasi yang berdekatan dengan pabrik kelapa sawit (PKS) didaerah itu.

Tidak diketahui secara pasti, minimnya anggaran yang diplotkan untuk pertamanan ini ada dugaan disebabkan karena pelitnya DPRK dalam pengesahan anggaran atau disebabkan oleh hal lain. Namun pihak pengelola pertamanan menyebutkan bahwa pada tahun 2018 ini, realisasi anggaran APBK murni hanya menyediakan dana pertamanan sebesar Rp. 50 juta saja.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan LH, H. Zulkifli, S.Hut dikonfirmasi menyebutkan, penanaman pohon bunga pada median jalan merupakan hal paling utama dalam target tanam 150-200 batang pohon bunga.

“Kita kejar target menyelesaikan dan memperindah median jalan disepanjang jalan nasioal Medan-Banda Aceh dengan batas jarak yang telah kami tentukan,” ujar H.Zulkifli.
Dia mengatakan, tidak mudah bagi pihaknya untuk pengadaan bibit bunga dan tanah humus tanpa adanya dukungan keuangan yang memadai.

“Bibitnya gratis, tanah humusnya gratis, kedua jenis ini kita bersama-sama personil berusaha  mencari cara agar bisa menanam bunga supaya median jalan di kota Karang Baru terlihat indah dan asri,” ungkapnya.

Zulkifli berharap semoga kedepannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat menyesuaikan anggaran APBK nya guna kegiatan pertamanan pada Dinas LH. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.