Diduga, Desa Sulum Rentan Penyelewengan Dana ADD

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Dugaan permainan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan yang menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 di Desa Sulum Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang kian terkuak. Dugaan dimaksud dapat dilihat pada dua kegiatan, yakni pembuatan jalan baru berukuran 5x2000 meter dan kegiatan pembangunan saluran drainase sepanjang 1000 meter. Kedua kegiatan tersebut berlokasi di Dusun yang sama, yakni di Dusun Tani Desa Sulum.


Seperti yang telah diberitakan Lentera24 sebelumnya, bahwa pekerjaan pembuatan jalan baru yang melibatkan jasa alat berat buldoser, namun secara fakta yang dilaporkan masyarakat merupakan hanya pekerjaan membersihkan badan jalan yang sudah terbangun sejak lama dan tidak menggunakan alat bantu buldoser, sedangkan anggaran dananya tetap terkuras.

Diduga, dalam proses kegiatan tersebut, pihak pengelola anggaran plus pelaksana dan penanggung jawab kegiatan telah mempelintir dan memainkan mata anggaran pada kegiatan pembuatan jalan baru berukuran 5x2000 meter.


Untuk menutupi dan mengelabui mata warganya agar kelicikannya dapat berjalan dengan mulus dan aman, pihak pengelola anggaran sengaja membuat program kegiatan pembangunan saluran drainase sepanjang 1000 meter dilokasi yang sama dengan menggunakan jasa alat berat berupa excapator (beko).

Namun tidak semua warga Desa Sulum itu bodoh. Niat dan iktikad tidak baik itu akhirnya dapat terendus juga oleh sebagian besar masyarakat disana. Sehingga tabir upaya pengelabuan tersebut secara perlahan mulai diungkap melalui media Lentera24.

“Dalam kegiatan pembukaan jalan baru itu, alat berat buldosernya ditiadakan, tetapi ada dugaan, anggarannya tetap terpakai. Pembukaan jalan baru juga tidak ada kegiatannya, yang ada hanya pekerjaan membersihkan badan jalan yang sudah lama ada. Nah.., sedangkan kegiatan pembangunan saluran drainase itu kan menggunakan alat berat excapator (beko). jadi diduga kuat, dalam pekerjaan di dua kegiatan inilah ada diolah anggarannya oleh yang bersangkutan,” ujar warga setempat, Sapruddin, Senin (15/10) kepada Lentera24.


BACA JUGA : Kegiatan Program ADD Pembukaan Jalan Baru Desa Sulum Terindikasi Bohong


Saparuddin juga memaparkan kalau dirinya beserta puluhan warga disana menduga kegiatan pembuatan jalan baru dimaksud penuh dengan rekayasa sehingga ada diduga terjadinya peluang untuk menyelewengkan sebagian mata anggaran kegiatan untuk dinikmati secara tidak halal.

Sayangnya, Lentera24 gagal untuk mendapatkan konfirmasi dari Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Sulum, Jamal Arif. Hal terjadi dikarenakan Jamal Arif saat dihubungi via ponsel mengaku sebagai warga Kampung Sungai Kuruk yang bernama Karya. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.