Pemerhati Sosial Kritisi Kegiatan DPD II KNPI Aceh Tamiang

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Turnamen Game Play Mobile Legend, yang dilaksanakan DPD II KNPI Aceh Tamiang, pada 11/09/18 mendatang, menjadi pembicaraan hangat ditengah-tengah masyarakat, sebab kegiatan tersebut jauh dari roh pemuda sebagai "Agent Of Change".



Seperti yang dikatakan, salah seorang Tokoh Masyarakat, Saiful Alam SE, kepada media ini, Sabtu (08/09), Via Telpon. Menurutnya, KNPI merupakan wadah berkumpulnya para OKP kepemudaan untuk berkreasi dan menciptakan Organisasi yang sehat dan membangun.

"Sangat disayangkan, KNPI terkesan gagal paham dalam mengelola organisasi kepemudaan, kalau seperti ini, mau dibawa kemana?" katanya.

Selain itu, seyogyanya KNPI menciptakan dan menggagas kegiatan yang bersifat mengembangkan skill para pemuda, baik di bidang organisasi, Olahraga maupun Sosial yang berdampak terhadap Pemuda dan masyarakat.

"Banyak kegiatan lain yang lebih positif, jangan jadikan citra pemuda jelek dimata masyarakat, dengan kegiatan yang tidak jelas Feed Back nya untuk Pemuda," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Kalangan Pemuda, Syahri El Naser S Kom, yang dihubungi Media ini Via telpon. Menurutnya Game online yang dikompetisikan KNPI itu sudah melenceng dari tujuan organisasi kepemudaan. 

Dimana, Game yang dikompetisikan tersebut menjadikan generasi muda hanya terfokus kepada gadget nya saja, sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia.

"Game itu banyak mudaratnya dari pada manfaatnya, jadi dipikir-pikir dulu sebelum berbuat, agar tidak salah kaprah,"ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar KNPI lebih berpikir luas dalam membangun dan melahirkan pemuda-pemuda yang berkompeten dan berguna untuk daerah. [] L24-004

Diberdayakan oleh Blogger.