HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bangunan Rusak, Siswa Korban Gempa Kalibening Banjarnegara Laksanakan UN di Tenda

Lentera 24.com | BANJARNEGARA -- Tenda di halaman SMPN 2 Kalibening dan SDN 1 Kasinoman Kalibenibg, Banjarnegara, menjadi saksi perjuangan ...

Lentera24.com | BANJARNEGARA -- Tenda di halaman SMPN 2 Kalibening dan SDN 1 Kasinoman Kalibenibg, Banjarnegara, menjadi saksi perjuangan para siswa-siswi menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah.



Sebanyak 60 siswa SMPN 2 Kalibening melaksanakan Ujian Nasional di dalam tenda. Sekolah mereka rusak akibat gempa pada Rabu (18/4/2018) lalu.

Ada 4 tenda yang didirikan di halaman sekolah. Tiga tenda untuk ujian nasional dan satu tenda runag sekretariat dan pengawas.

Sebelum masuk mengikuti ujian, para siswa juga diberi motivasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olaharaga Banjarnegara, Noor Tamami. Noor Tamami minta agar siswa tidak terbebani dengan kondisi yang tengah dialami siswa.

"Jangan terbebani dalam mengerjakan ujian ini. Semua pasti bisa mengerjakan dan harus teliti jangan sampai salah menulis nama", pesannya, Senin (23/4/2018).

Salah seorang peserta ujian nasional di SMPN 2 Kalibening, Hernanda mengaku terus berdoa agar pelaksanaan ujian tersebut lancar. Meski, sampai saat ini dirinya mengaku kurang kosentrasi karena kondisi bencana tersebut.



"Ini saya salat duha dulu sebelum mengikuti ujian nasional. Agar dimudahkan saat mengerjakan soal ujian ini", tuturnya sebelum mengikuti ujian nasional.

Ia merasa persiapannya sebelum mengikuti ujian kurang maksimal. Selain masih memikirkan rumahnya yang rusak juga karena harus belajar di tempat pengungsian.

"Tadi malam belajar tetapi kurang konsentrasi karena ramai di tempat pengungsian", tutur siswa dari Desa Kasinoman Kecamatan Kalibening ini.

Hal serupa dikatakan Widitanti sisiwi kelas IX SMPN 2 Kalibening. Untuk persiapan ujian nasional kali ini, dia sedikit terganggu. Ia harus mencari tempat sepi di pengungsian agar materi ujian nasional bisa dipahami.



"Sejak Rabu (18/4/2018) lalu, saya mengungsi di SD Sidakangen bersama keluarga karena rumah roboh. Harus nyuri-nyuri waktu agar bisa kosentrasi belajar", ujarnya.

Sementara itu, di SDN 1 Kasinoman yang memiliki 145 siswa-siswi, yang salah satu siswanya menjadi korban gempa Kalibening Banjarnegara pada Rabu (18/4/2018), Asep (13) siswa kelas 5, dalam melaksanakan ujian bagi siswa-siswinya mendirikan tenda laoangan di halaman SDN 1 Kasinoman.

"Sebanyak 25 siswa-siswi (12 putra dan 13 putri) mengikuti Ujian Akhir Sekolah ditenda dihalaman SDN 1 Kasinoman Kalibening Banjarnegara", ujar Helmi guru SDN 1 Kasinoman Kalibening Banjarnegara.

Dikatakan Helmi, SDN 1.Kasinoman yang memiliki 6 kelas dan aula serta rumah dinas yang sekarang difungsikan sebagai gudang, kondisinya rusak parah tidak dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. "Walaupun kondisi gedubg tidak ambruk, namun kondisinya sangat parah. Karenanya, pihak sekolah tidak berani menggelar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas", ujarnya.



Sebab itu, lanjutnya. Pihak sekolah kami memutuskan untuk proses pelaksanaan ujian akhir sekolah yang diikuti siswa-siswi kelas 6 ini, dilaksanakan di halaman sekolah dengan menggunakan 3 tenda (2 tenda untuk pelaksanaan ujian sekolah dan 1 tenda untuk kantor).

Dikatakan pula, ujian nasional siswa-siswi SDN 1 Kasinoman ini akan dilaksanakan pada 3 Mei 2018 mendatang. Ia berharap, semoga sebelum dilaksanakannya ujian nasional nanti, gedung sekolah SDN 1 Kasinoman yang rusak akibat gempa yang terjadi pada Rabu (18/4/2018) lalu sudah  diperbaiki dan dapat digunakan belajar mengajar, khususnya siswa-siswi yang akan melaksanakan ujian nasional, agar mereka dapat berkonsentrasi penuh dan dapat berhasil dalam menempuh ujian nasionalnya dengan baik. [] L24-Tarwan