Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Banjir bandang dan bencana hidrometeorologi yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 m...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Banjir bandang dan bencana hidrometeorologi yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan cerita duka yang mendalam. Tak hanya merusak rumah warga, fasilitas publik seperti pusat kesehatan pun turut lumpuh tertimbun lumpur.
Berbulan-bulan berlalu, sisa-sisa amukan air bah masih menyisakan tantangan tersendiri. Di UPTD Puskesmas Manyak Payed, denyut pemulihan terus berdetak. Namun, di balik semangat pelayanan yang membara, jalan terjal kerap dijumpai—termasuk suara-suara keluhan dari keluarga pasien yang merindukan kenyamanan dan kebersihan prima di fasilitas kesehatan tersebut.
Keluhan Keluarga Pasien: Harapan Akan Kenyamanan
Sebagai garda terdepan pelayanan medis, puskesmas tentu menjadi tempat utama warga mencari kesembuhan. Wajar jika keluarga pasien menaruh harapan tinggi agar lingkungan puskesmas selalu bersih dan steril.
Beberapa waktu lalu, riak-riak kecil sempat muncul berupa keluhan dari sebagian keluarga pasien terkait kondisi kebersihan lingkungan puskesmas pascabencana. Bagi mereka, kebersihan bukan sekadar estetika, melainkan bagian penting dari proses penyembuhan orang tersayang yang tengah terbaring sakit.
Menanggapi hal tersebut, pihak UPTD Puskesmas Manyak Payed sama sekali tidak menutup mata atau bersikap defensif. Alih-alih demikian, Kepala UPTD Puskesmas Manyak Payed, Ns. Rismawati, S.Kep., menyambut kritik dan masukan tersebut dengan lapang dada, senyum santun, serta penjelasan yang apa adanya.
Jawaban Konfirmasi: Ketulusan di Balik Keterbatasan Anggaran
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (2/11/2026), Rismawati dengan terbuka membeberkan realita di lapangan. Ia memahami betul kerinduan masyarakat akan fasilitas yang bersih dan nyaman. Namun, ia juga mengajak pembaca dan masyarakat untuk melihat situasi nyata yang tengah dihadapi pihak puskesmas.
"Meski anggaran terbatas, kami tetap berupaya melakukan pembenahan. Saya bahkan terpaksa menggunakan dana pribadi untuk membayar pekerja yang membersihkan lumpur dan saluran-saluran yang tersumbat," ungkap Rismawati dengan nada tulus.
Pengorbanan pribadi itu terpaksa ia lakukan demi memastikan aliran air dan toilet kembali berfungsi normal setelah sempat terendam lumpur tebal sisa banjir. Langkah cepat juga diambil setelah berkoordinasi dengan Camat Manyak Payed dan Datok Penghulu setempat, di mana sebagian beton dinding pagar terpaksa dibobol agar saluran drainase yang sempat mampet bisa kembali mengalirkan air dengan lancar.
Langkah Pembenahan dan Kendala Klasik Tenaga Kebersihan
Secara perlahan namun pasti, wajah Puskesmas Manyak Payed mulai berbenah. Pada tahun 2026 ini, puskesmas mendapatkan bantuan pemasangan paving block di halaman depan dari pihak dermawan, yang membuat area sekitar kini tampak lebih tertata rapi. Sebelumnya, uluran tangan juga datang dari PT Wijaya Karya (WIKA) yang membantu pengecatan ulang bangunan agar kembali tampak cerah.
Di sektor pelayanan medis, puskesmas ini tetap siaga melayani masyarakat dengan didukung oleh empat orang dokter umum serta kapasitas 18 tempat tidur yang terbagi dalam lima ruang perawatan rawat inap.
Kendati demikian, Rismawati tidak menepis bahwa pihaknya masih menghadapi satu kendala klasik yang cukup berat: keterbatasan tenaga kebersihan (cleaning service).
Saat ini, beban menjaga kebersihan seluruh gedung puskesmas—baik di dalam ruangan maupun halaman luar—hanya dipikul oleh satu orang petugas kebersihan. Akibat keterbatasan ini, pihak manajemen terpaksa mengambil kebijakan kolaboratif.
"Untuk membersihkan ruangan, kami terpaksa memberdayakan tenaga perawat yang ada karena saat ini hanya memiliki satu orang petugas cleaning service," tutur Rismawati menjelaskan situasi di balik layar.
Menjalin Asa Bersama Masyarakat
Kisah Puskesmas Manyak Payed adalah potret nyata dedikasi di tengah keterbatasan. Keluhan keluarga pasien bukan dipandang sebagai hujatan, melainkan sebagai pengingat penuh cinta agar pelayanan publik terus berbenah menjadi lebih baik.
Dengan semangat gotong royong, dukungan lintas sektoral, serta ketulusan para tenaga kesehatan yang bahu-membahu merawat sesama, Puskesmas Manyak Payed terus membuktikan komitmennya: melayani masyarakat Aceh Tamiang dengan sepenuh hati, bangkit lebih kuat dari bencana, demi kesehatan bersama.[]L24.SWJ
