Lentera24.com | LANGSA — Udara pagi di Kota Langsa mulai diselimuti kabut tipis dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bergerak cepat...
Lentera24.com | LANGSA — Udara pagi di Kota Langsa mulai diselimuti kabut tipis dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bergerak cepat merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Langsa langsung turun ke lapangan untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, Kamis (15/10/2026).
Aksi tanggap ini menyasar tempat-tempat vital aktivitas warga, mulai dari sekolah-sekolah hingga persimpangan jalan yang padat. Kehadiran para petugas di lapangan tidak hanya sekadar membagikan masker, tetapi juga menyapa, mengedukasi, serta memastikan perlindungan kesehatan warga—khususnya anak-anak—tetap terjaga di tengah kepungan asap.
Sejumlah sekolah yang menjadi fokus pembagian masker antara lain SDN 1, SDN 5, SMPN 1, SMAN 1, dan SMAN 3 Langsa. Senyum dan keceriaan para siswa menyambut kedatangan tim yang membagikan masker sebelum proses belajar mengajar dimulai. Selain lingkungan pendidikan, pembagian masker juga dilakukan di pusat-pusat keramaian kota, seperti kawasan Lampu Merah Simpang Pos, Tugu Kota Langsa, hingga area Pusat Pasar yang riuh oleh aktivitas ekonomi warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Dr. M. Yusuf Akbar, M.K.M., melalui Kepala Bidang Mitigasi, Peringatan Dini, dan Kesiapsiagaan, Reza Ardiansyah, S.STP., M.SP., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap keselamatan warganya.
"Ini adalah upaya preventif dan bentuk kepedulian kami. Kami ingin memastikan anak-anak kita yang belajar di sekolah dan warga yang harus mencari nafkah di luar ruangan tetap terlindungi dari bahaya paparan kabut asap," ujar Reza Ardiansyah.
Melalui aksi simpatik ini, Pemko Langsa juga mengimbau warga untuk lebih waspada dan membiasakan diri menggunakan masker saat keluar rumah. Warga juga disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kabut asap semakin menebal, banyak mengonsumsi air putih, serta selalu menjaga stamina tubuh.
Pemerintah juga mengingatkan agar warga yang mulai merasakan keluhan kesehatan—seperti batuk tak kunjung sembuh, mata perih, atau sesak napas—segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama ini, Pemko Langsa berharap ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan cuaca dan karhutla dapat semakin kuat, sehingga kesehatan warga Kota Langsa tetap terjaga dengan baik. [] L24.Anto
Poin-poin Perubahan/Penyempurnaan:
Judul Lebih Menggugah: Menggunakan kata kerja yang aktif ("Turun ke Jalan Lindungi Napas Warga...") agar terasa lebih hidup dan berempati.
Alur Cerita Humanis: Menggambarkan suasana di lapangan (aktivitas sekolah, pasar, interaksi petugas) sehingga pembaca bisa merasakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Kutipan Langsung (Direct Quote): Mengubah penyampaian pejabat menjadi dialog langsung berbentuk kuotasi agar narasi tidak terkesan kaku/monoton.
Struktur Paragraf: Disusun ringkas dengan transisi kalimat yang mulus (flowy) untuk meningkatkan kenyamanan membaca (readability).[]L24.Anto
