T. Haris Fadhillah bersama panitia Konferprov dan tim pemenangan berfoto bersama usai penyerahan berkas pendaftaran bakal calon Ketua PWI Ac...
Lentera24.com | BANDA ACEH – Mendorong transformasi kepemimpinan sekaligus menjawab tantangan disrupsi teknologi di industri media menjadi alasan T. Haris Fadhillah melangkahkan kaki ke Sekretariat Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh, Sabtu (10/10/2026) sore. Sekitar pukul 15.00 WIB, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Aceh tersebut resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.
Kedatangan Haris yang didampingi tim pemenangannya, Sadhali dan Muklis Musa, disambut langsung oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Konferprov PWI Aceh Iranda Novandi, Ketua Organizing Committee (OC) Nazar Ahadi, serta anggota Pokja Verifikasi Calon Imran Joni.
Niatnya kembali bertarung dalam kontestasi organisasi pers terbesar ini berangkat dari aspirasi para anggota, khususnya pemilih yang memercayainya pada Konferprov 2021. Kala itu, Haris meraih suara terbanyak kedua setelah bersaing ketat dengan M. Nasir Nurdin.
“Saya lebih senang menyebutnya sebagai aspirasi, bukan desakan. Ada kawan-kawan yang mengajak saya kembali maju, dan bagi saya ini hal yang biasa dalam alam demokrasi,” ujar Haris.
Ia menegaskan, dinamika kompetisi tak boleh mencederai nilai persaudaraan antarsesama wartawan. Pengalamannya berorganisasi sejak di Pramuka hingga PWI mengajarkan pentingnya bersikap sportif—siap menang dan siap menerima kekalahan.
“Setelah kompetisi selesai, kita kembali bersatu membesarkan organisasi. Siapa pun yang terpilih, itulah pilihan bersama yang wajib kita hormati,” tegasnya.
Kembali ke Marwah Organisasi Profesi
Bila mendapat amanah kepemimpinan, fokus utama Haris adalah mengembalikan dan memperkuat peran PWI sebagai organisasi profesi. Menurut Penguji Nasional Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI ini, perubahan pesat lanskap media digital menuntut jurnalis untuk terus mengasah kapasitas diri.
“Peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan kompetensi adalah kunci agar wartawan mampu menghadapi disrupsi teknologi. Namun, peningkatan kompetensi ini harus berjalan seiring dengan upaya memperjuangkan kesejahteraan anggota,” papar Kepala Stasiun sekaligus Penanggung Jawab Redaksi LPP RRI Meulaboh tersebut.
Selain penguatan profesi, Haris mengusung agenda transformasi kepemimpinan melalui pola kolektif kolegial. Pendekatan ini mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan pembagian tanggung jawab, sekaligus membukakan jalan bagi sistem kaderisasi jurnalis muda di masa depan.
Ia juga berkomitmen memperluas kemitraan inklusif dengan berbagai organisasi profesi pers dan asosiasi perusahaan media guna memperkuat ekosistem pers daerah tanpa mengorbankan independensi wartawan.
Komitmen Kompetisi Sehat
Di tengah atmosfer pemilihan, Sekretaris Satgas Penjamin Mutu Jurnalisme LPP RRI ini menjamin akan menjalani kompetisi secara santun dan bermartabat tanpa kampanye hitam atau pembunuhan karakter. Ia siap bersaing secara sehat dengan para kandidat lain, termasuk petahana.
“Kita mencari yang terbaik tanpa merendahkan kandidat lain. Konferprov ini harus menjadi ajang demokrasi yang edukatif dan menyejukkan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris SC Konferprov PWI Aceh, Iranda Novandi, menjelaskan bahwa setiap bakal calon wajib mengantongi minimal 10 persen dukungan dari total 322 pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), yakni setidaknya 32 dukungan anggota.
Seluruh berkas pendaftaran dan dukungan akan diverifikasi oleh panitia sebelum disahkan oleh PWI Pusat. Panitia juga mengantisipasi adanya dukungan ganda dan menyediakan masa perbaikan administrasi selama tiga hari. Masa pendaftaran bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 ini dibuka hingga 24 Oktober 2026. []L24.Sai
