Lentera24.com | BANDA ACEH — Menyerap langsung aspirasi dan jeritan hati para jurnalis di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh, calon Ketua...
Lentera24.com | BANDA ACEH — Menyerap langsung aspirasi dan jeritan hati para jurnalis di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh, calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Sayuti Achmad, mengusung komitmen perubahan yang segar dan pro-anggota. Lewat serangkaian program inovatif, ia bertekad menghapus tradisi iuran atau pungutan yang selama ini kerap memberatkan para wartawan.
Dalam keterangannya pada Jumat (23/10/2026), Sayuti menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan yang merangkul dan tidak membebani anggota. Salah satu terobosan utamanya adalah membebaskan biaya perpanjangan maupun pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI.
Meskipun secara regulasi pembuatan atau perpanjangan KTA memuat kewajiban retribusi sebesar Rp250 ribu per anggota ke pengurus pusat, Sayuti berjanji bahwa di bawah kepemimpinannya nanti, biaya tersebut seluruhnya akan ditanggung oleh PWI Aceh.
"Benar, selama ini ada iuran wajib sebesar Rp250 ribu untuk perpanjangan maupun kartu baru. Namun, jika saya dipercaya memimpin, biaya KTA tersebut akan dibebaskan untuk anggota. Urusan kewajiban setor ke PWI Pusat, biar menjadi tanggung jawab pengurus PWI Aceh," ujar Sayuti mantap.
Tak hanya persoalan KTA, perhatian Sayuti juga tertuju pada kebiasaan pengumpulan 'donasi' internal saban kali PWI Aceh menggelar hajatan atau acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi. Langkah ini diambil setelah ia mendengarkan langsung keluh kesah dan 'jeritan batin' para jurnalis dari berbagai daerah di Aceh selama masa safarinya.
Bagi Sayuti, PWI seharusnya hadir sebagai pengayom dan pelindung, bukan justru menambah beban finansial bagi para anggotanya di daerah. Oleh karena itu, ia secara tegas menyuarakan komitmen untuk menghentikan pola-pola pungutan semacam itu.
"Saya mendengarkan langsung curahan hati teman-teman di daerah. Jangan sampai kita menyusahkan dan membebani anggota sendiri dengan donasi-donasi yang tidak perlu. Mari kita sudahi kebiasaan ini," tegasnya.
Menutup pernyataannya, Sayuti mengajak seluruh jurnalis dan anggota PWI di seluruh pelosok Aceh untuk bersatu dan merawat organisasi dengan semangat kekeluargaan. Ia berharap PWI Aceh ke depan dapat menjadi 'rumah besar' yang teduh, inklusif, dan benar-benar merajut kebersamaan seluruh anggotanya.[]L24.SWJ
