Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Rasa cemas yang dirasakan warga Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, perlahan mul...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Rasa cemas yang dirasakan warga Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, perlahan mulai mereda. Pasalnya, ancaman sebuah balok kayu berukuran raksasa yang nyaris setahun bertengger di atas pagar pekarangan warga dan separuh badan jalan tidak lama lagi akan segera dipotong.
Batang kayu berdiameter sekitar 290 sentimeter (setara 37 inci) dengan panjang mencapai 7 meter itu merupakan sisa material yang terbawa arus deras saat banjir bandang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 lalu. Posisinya yang menjulur tepat di atas jalan desa kerap membuat siapa saja yang melintas merasa ngeri.
"Ngeri-ngeri sedap juga kami setiap melintas jalan yang di atas kepala kita ada balok segitu besar," ujar seorang warga setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (1/10/2026).
Meski sudah berbulan-bulan menjadi pemandangan sehari-hari, kekhawatiran warga beralasan. Tembok pagar tempat balok itu menyangkut bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda retak akibat beban berat. Warga tidak berani bertindak sembarangan karena risiko runtuhnya sisa pagar atau bahaya saat pemotongan kayu berukuran masif tersebut.
Menanggapi keresahan warga, pemilik tanah dan bangunan, Syaiful Bahri, S.H., M.H., bergerak cepat. Ia memastikan bahwa balok tersebut akan segera dipotong agar tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Namun, langkah antisipasi yang matang harus dilakukan terlebih dahulu mengingat tingginya risiko pekerjaan.
"Saat ini sedang dikerjakan pembuatan alas menggunakan cor beton sebagai tapak penyangga balok di bagian dalam bangunan. Nanti setelah semen mengeras, akan kita potong balok itu sebatas pagar," ungkap Syaiful kepada awak media.
Ia menambahkan, tidak ada satupun warga atau pekerja yang berani langsung memotong balok tersebut menggunakan gergaji mesin (chainsaw) sebelum struktur penyangganya benar-benar kokoh.
Hal ini dibenarkan oleh para pekerja bangunan yang tengah merampungkan pembuatan tapak penyangga. Menurut pekerja yang berasal dari Kampung Lalang, Kecamatan Rantau itu, langkah keselamatan menjadi prioritas utama sebelum eksekusi pemotongan dilakukan.
"Yang kami dengar dari bapak pemilik rumah ini, balok itu akan dipotong setelah penyangga pengaman balok ini sudah mengering dan mengeras. Karena jika tidak dibuat ini, sangat beresiko terhadap orang yang kerja potong balok ini," tuturnya.
Diperkirakan dalam waktu sepekan ke depan, setelah struktur cor beton mengering sempurna, proses pemotongan kayu raksasa tersebut dapat langsung dieksekusi.
Kisah ini memberikan pelajaran berharga (edukasi) bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan pascabencana, di mana sisa material alam seperti kayu berukuran besar kerap meninggalkan potensi bahaya tersembunyi yang memerlukan penanganan ekstra hati-hati, kolaborasi, serta kepedulian antara pemilik lahan dan keselamatan lingkungan sekitar. []L24.Sai
