HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bencana Banjir Rendam Aceh Timur dan Aceh Tamiang: 116 KK Mengungsi, Bantuan Logistik Sangat Mendesak

Lentera24.com | SIMPANG JERNIH & BANDAR PUSAKA — Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh dan Sumatera Utara dalam beb...


Lentera24.com | SIMPANG JERNIH & BANDAR PUSAKA — Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh dan Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir memicu banjir luas di sejumlah daerah pedalaman. Dua wilayah mencatatkan dampak terparah, yakni Desa Pante Kera di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, serta Desa Babo di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

​Berdasarkan laporan terkini dari Humanitarian Coordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, jumlah warga terdampak di Desa Pante Kera terus melonjak drastis.

​"Data yang kami terima dari relawan di lapangan hingga siang ini, sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK) di Pante Kera telah mengungsi karena rumah mereka terendam air yang terus naik. Mereka sangat membutuhkan bantuan segera," ujar Nasruddin, Minggu (12/10/2026).

​Kendala Evakuasi dan Kebutuhan Mendesak

​Hingga saat ini, proses evakuasi warga di Desa Pante Kera masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat menggunakan peralatan seadanya. Akses jalan yang sulit dijangkau menyebabkan bantuan sarana evakuasi dari pihak pemerintah belum dapat masuk ke titik lokasi bencana.

​Warga dan relawan di lapangan sangat mengharapkan intervensi cepat dari BPBD Aceh Timur serta Dinas Sosial setempat, khususnya untuk penyaluran:

  • ​Bahan Makanan Pokok & Air Bersih
  • ​Selimut & Pakaian Layak
  • ​Tenda / Posko Pengungsian Darurat

​Sementara itu, di Desa Babo, Bandar Pusaka (Aceh Tamiang), genangan air mencapai ketinggian 50 cm dan telah memasuki permukiman warga. Sebagian masyarakat mulai memindahkan barang-barang berharga serta hewan ternak ke area yang lebih tinggi untuk meminimalisasi risiko kerugian.

​6 Poin Himbauan Kedaruratan Yayasan Geutanyoe

​Menyikapi debit air yang terus berpotensi naik, Yayasan Geutanyoe melalui Nasruddin (yang juga menjabat sebagai Penasehat PGX Aceh) mengeluarkan 6 himbauan penting bagi warga di daerah rawan banjir dan bantaran sungai:

  1. ​Tingkatkan Kewaspadaan: Waspada penuh terutama pada malam hari dan pantau pergerakan debit air secara berkala.
  2. ​Amankan Dokumen Penting: Bungkus dokumen (KK, KTP, ijazah, surat tanah) dalam wadah plastik kedap air dan simpan di lokasi aman.
  3. ​Pindahkan Barang Berharga: Naikkan peralatan elektronik dan aset berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  4. ​Prioritaskan Kelompok Rentan: Balita, lansia, dan ibu hamil diimbau segera mengungsi lebih awal sebelum genangan air meninggi.
  5. ​Putus Aliran Listrik: Matikan sakelar utama listrik jika air mulai memasuki rumah untuk menghindari bahaya korsleting.
  6. ​Segera Lapor Petugas: Jangan ragu berkoordinasi dengan aparatur desa, BPBD, atau relawan terdekat jika membutuhkan bantuan evakuasi.
  7. ​"Keselamatan jiwa adalah yang utama. Jangan menunggu air terlalu tinggi baru mengungsi," pungkas Nasruddin seraya mengajak pemerintah, swasta, dan komunitas relawan untuk saling bahu-membahu menanggulangi dampak banjir ini.

    ​Status Terkini: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dilaporkan masih mengguyur wilayah Simpang Jernih dan Bandar Pusaka. Potensi kenaikan debit air dan penambahan jumlah pengungsi masih sangat tinggi.[] L24.Sai