Lentera24.com | ACEH TIMUR – Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti keluarga Alya Isa, bayi berusia 9 bulan asal Ga...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti keluarga Alya Isa, bayi berusia 9 bulan asal Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.
Setelah berjuang melawan kondisi jantung yang dideritanya dan menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, Alya Isa akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 01.18 WIB di Rumah Sakit Pertamedika Banda Aceh.
Kepergian bayi mungil tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang selama ini turut memberikan perhatian serta bantuan selama proses pengobatannya.
Sebelumnya, Alya Isa sempat mendapatkan perawatan di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur. Karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lebih lanjut, Alya kemudian dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Dalam perjalanan pengobatannya, Alya selanjutnya dipindahkan ke Rumah Sakit Pertamedika Banda Aceh untuk memperoleh perawatan medis yang lebih intensif.
Namun, di tengah ikhtiar dan doa yang terus dipanjatkan, Allah SWT berkehendak lain. Pada Rabu dini hari, perjuangan Alya Isa berakhir. Ia berpulang dalam usia yang masih sangat belia.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, jenazah Alya Isa kemudian dibawa ke kampung halaman untuk disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Gampong Alue Cek Doi.
Di tengah suasana duka, Juariah, ibunda Alya Isa, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepedulian, bantuan dan dukungan kepada keluarganya selama sang buah hati menjalani perawatan.
“Allah telah berkehendak, Alya Isa harus berpulang. Sebelumnya kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu meringankan beban kami selama dirawat di tiga rumah sakit,” ungkap Juariah dengan nada sedih.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Safrizal dan Yuslizar, relawan Asar Humanity Aceh Timur, yang telah membantu memfasilitasi sehingga keluarganya mendapatkan bantuan biaya pendampingan dari Pemerintah Aceh Timur, serta kepada Keuchik Gampong Alue Cek Doi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Aceh Timur yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi Alya selama menjalani pengobatan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Aceh Timur, dalam hal ini Bapak Bupati Aceh Timur, yang telah membantu biaya pendampingan pasien. Terima kasih juga kepada pihak rumah sakit, khususnya dokter dan perawat Rumah Sakit Pertamedika yang telah ikut menyumbangkan rezekinya untuk kami. Hanya Allah yang dapat membalas semua kebaikan tersebut,” tuturnya sambil berurai air mata.
Kepergian Alya Isa menjadi duka bagi keluarga yang telah mendampingi perjuangannya dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Di usia yang baru sembilan bulan, Alya telah melalui perjalanan panjang dalam ikhtiar mendapatkan kesembuhan.
Kini, ikhtiar itu telah selesai. Alya Isa telah berpulang kepada Sang Pencipta. Semoga Allah SWT menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada kedua orang tua dan keluarga yang ditinggalkan.[] L24.Zal
