HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Menjahit Asa dari Ujung Sumatra: SMSI Aceh Siap Kawal Pembangunan Lewat Jurnalisme Bermartabat

Lentera24.com | BANDA ACEH — Di bawah langit Banda Aceh yang hangat, suasana Pendopo Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata, Sabtu (5/9/2026), tamp...


Lentera24.com | BANDA ACEH — Di bawah langit Banda Aceh yang hangat, suasana Pendopo Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata, Sabtu (5/9/2026), tampak berbeda. Ruangan itu dipenuhi denyut optimisme para insan pers. Hari itu, nakhoda baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh resmi dikukuhkan untuk menakhodai organisasi periode 2026–2030. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, ini menjadi babak baru bagi konsolidasi media siber di Tanah Rencong.

Bagi Firdaus, kekuatan sejati sebuah organisasi pers bukanlah terletak di ibu kota, melainkan pada akar rumput yang tumbuh subur di berbagai daerah. Dengan membawahi sekitar 3.500 perusahaan media siber yang membentang dari Sabang hingga Merauke, SMSI memegang peranan strategis sebagai penjaga gawang informasi sekaligus mitra strategis pembangunan.

"Kita hadir di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, kekuatan SMSI sesungguhnya adalah jaringan media yang berada dan hidup di daerah," ujar Firdaus di hadapan para pengurus kabupaten/kota dan tamu undangan yang hadir.

Di tengah era digital yang serba cepat, ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah jurnalistik. Media memang memegang mandat sebagai pilar keempat demokrasi dengan fungsi kontrol sosial yang melekat. Namun, ada batas etika yang harus dijaga agar peran tersebut tidak bergeser menjadi pengadilan jalanan.

"Media memiliki tugas untuk menyampaikan informasi dan mengawal perjalanan pembangunan, bukan mengambil alih tugas aparat penegak hukum," tegasnya.

Pesan khusus turut disampaikannya terkait sinergi program "Jaksa Jaga Desa" yang digagas melalui kerja sama dengan Kejaksaan Agung. Firdaus berpesan agar para pengelola media siber tidak menjadikan data atau temuan di lapangan sebagai komoditas untuk menakut-nakuti aparatur gampong (desa). Sebaliknya, data tersebut harus menjadi navigasi konstruktif untuk mendorong transparansi, kemajuan, dan produktivitas desa.

"Jangan menjadikan data itu sebagai alat untuk menakut-nakuti kepala desa. Justru bagaimana data tersebut digunakan untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan produktivitas desa," imbuhnya.

Semangat kolaborasi dan penguatan organisasi ini juga ditegaskan oleh Ketua SMSI Aceh yang baru dilantik, Aldin NL. Ia memandang momentum pelantikan ini sebagai titik tolak untuk merapatkan barisan, merumuskan langkah nyata, serta meningkatkan kontribusi konkret perusahaan media siber bagi masyarakat Aceh.

Kemeriahan dan kekhidmatan prosesi pelantikan—yang digelar usai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) pada 31 Agustus 2026 lalu—ditutup dengan penganugerahan SMSI Award 2026. Sebanyak 20 tokoh dan institusi penerima penghargaan berdiri sebagai bukti nyata apresiasi atas inovasi serta dedikasi mereka bagi bumi Aceh.

Lewat kiprah SMSI yang menaungi korporasi pers siber di Indonesia, lembaran baru ini diharapkan mampu menumbuhkan ekosistem media yang sehat, profesional, dan senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat banyak.[]L24.Sai