HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Wujudkan Kepedulian, Nasir Nurdin dan PWI Aceh Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin Lentera24.com | BANDA ACEH - Nilai sebuah kebenaran dalam dunia pers tidak pernah mengenal batas waktu. Semang...

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin

Lentera24.com | BANDA ACEH
- Nilai sebuah kebenaran dalam dunia pers tidak pernah mengenal batas waktu. Semangat inilah yang terus menjaga ingatan publik terhadap sosok Fuad Muhammad Syafruddin, wartawan surat kabar Bernas Yogyakarta yang akrab disapa Udin. Tiga dekade berlalu sejak peristiwa kelam yang merenggut nyawanya, perjuangan untuk menuntaskan kasus Udin kini memasuki babak baru lewat pengusulannya sebagai Pahlawan Nasional.

Bentuk kepedulian mendalam terhadap moralitas pers ini ditunjukkan secara nyata oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, beserta seluruh jajarannya dengan memberikan dukungan penuh atas langkah yang diinisiasi oleh PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengusulan ini merupakan keputusan resmi Konferensi Provinsi PWI DIY Tahun 2025 yang dipimpin oleh Ketua Tim Ad Hoc, Ki Bambang Widodo, melalui rangkaian tahapan formal yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Bagi komunitas pers, Udin—yang tercatat sebagai anggota PWI dengan nomor keanggotaan 13.00.3794.92.M.VI—bukan sekadar korban kekerasan, melainkan simbol keberanian dalam mengawal keadilan.

Jejak Perjuangan dan Pengusut Kasus yang Belum Usai

Peristiwa tragis yang menimpa Udin terjadi pada 13 Agustus 1996. Setelah mengalami penganiayaan berat akibat karya-karya jurnalistiknya, ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Bethesda Yogyakarta sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 16 Agustus 1996.

Nasir Nurdin menegaskan bahwa penuntasan kasus ini merupakan utang sejarah yang wajib diselesaikan oleh negara. Mengamini pernyataan Ketua PWI DIY Hudono, Nasir mengingatkan pentingnya menjaga integritas profesi wartawan di Indonesia.

"Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun," tegas Nasir.

Edukasi Bagi Generasi Pers Masa Depan

Kepedulian dan dukungan solidaritas yang disuarakan PWI Aceh membawa pesan edukatif yang mendalam bagi publik serta generasi muda pers:

Penghargaan Terhadap Profesi Pers: Pengakuan Udin sebagai Pahlawan Nasional akan menjadi bentuk apresiasi tertinggi dari negara terhadap profesi wartawan yang bekerja murni demi kepentingan publik.

Perlindungan Kemerdekaan Pers: Langkah ini menjadi pengingat pentingnya jaminan keselamatan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas-tugasnya tanpa bayang-bayang intimidasi.

Refleksi Keadilan Hukum: Pengusutan kasus yang belum tuntas menjadi simbol pentingnya penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih di Indonesia.

Sinergi dan kepedulian dari Aceh hingga Yogyakarta ini diharapkan mampu mengawal proses pengusulan agar Udin dapat diakui secara resmi sebagai Pahlawan Nasional—sebuah simbol abadi bagi perjuangan kebenaran dan kemerdekaan pers tanah air.[]L24.Sai