Lentera24.com | BANDA ACEH — Pertandingan sepak bola antar-kampung yang mempertemukan kesebelasan Gampong Ampeh melawan Gampong Trieng di...
Lentera24.com | BANDA ACEH — Pertandingan sepak bola antar-kampung yang mempertemukan kesebelasan Gampong Ampeh melawan Gampong Trieng di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis sore (27/8/2026), berakhir ricuh. Insiden tersebut mengakibatkan Haiqal—Ketua Pemuda Gampong Ampeh yang juga berprofesi sebagai wartawan—teraniaya akibat dugaan pemukulan oleh oknum anggota TNI berinisial H dari Koramil 10 Tanah Luas.
Kericuhan bermula usai peluit panjang berbunyi, ketika salah satu pemain Gampong Trieng melakukan selebrasi provokatif di depan pendukung Gampong Ampeh. Merasa terpancing, suporter Ampeh mencoba menegur pemain tersebut hingga situasi memanas.
Haiqal, yang saat itu mendampingi timnya sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh dan tidak sedang dalam tugas peliputan jurnalistik, bergerak maju untuk melerai pertikaian. Namun, niat menenangkan massa justru berujung petaka setelah ia terkena hantaman oknum aparat di lokasi.
Akibat tindakan penganiayaan tersebut, Haiqal mengalami sesak napas parah hingga harus dilarikan ke Puskesmas Tanah Luas, sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe untuk perawatan medis intensif.
Menanggapi kejadian ini, jajaran Pimpinan Kecamatan Tanah Luas bersama instansi terkait langsung mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan. Kronologi resmi rencananya akan diterbitkan dalam bentuk siaran pers agar publik mendapatkan informasi yang berimbang.
Meski insiden terjadi di luar tugas kewartawanan, PWI Aceh tetap mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, bersama Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kejelasan kronologi penuh, seraya mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri dan kekerasan oleh oknum aparat tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun.[]L24.SWJ
