HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ketika Daun Sikokoh Jadi Solusi, USK Dorong Warga Gampong Jawa Mandiri Jaga Kebersihan

Lentera24.com | BANDA ACEH — Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) m...



Lentera24.com | BANDA ACEH — Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Minggu (16/8/2026). 

Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan bahan alami lokal untuk pembuatan desinfektan dan hand sanitizer herbal berbasis pendekatan One Health. 

Program yang didanai melalui hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek RI ini diketuai oleh Wahyu Eka Sari, S.Si., M.Si. (Dosen Kesmavet FKH USK), dengan anggota Prof. Dr. Drh. M. Hanafiah, MP (FKH USK) dan Ns. Jufrizal, S.Kep., M.Kep. (FKep USK).

Pelatihan ini melibatkan 25 peserta yang terdiri dari 10 peternak, 10 kader Posyandu, dan 5 perangkat gampong. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa KKN Tematik dari kedua fakultas, warga dilatih mengolah infusa (rebusan) daun balakasida atau yang akrab disapa daun sikokoh, dipadukan dengan jeruk nipis dan alkohol. Daun balakasida dipilih karena secara tradisional terbukti memiliki kandungan antibakteri dan antiseptik alami.

Wahyu Eka Sari menjelaskan bahwa integrasi konsep 4 menjadi pilar utama dalam pengabdian ini untuk menyelaraskan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit, sekaligus memberikan pemahaman mengenai kesehatan hewan ternak sebagai sumber pangan masyarakat. Ini merupakan bukti nyata komitmen USK dalam mendukung masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal,” ujar Wahyu.

Rangkaian program yang berlangsung sejak 13 Agustus hingga Oktober 2026 ini diawali dengan koordinasi dan pemetaan kondisi kandang, Posyandu, serta rumah gizi gampong. Peserta juga dibekali edukasi mengenai One Health oleh Prof. M. Hanafiah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Ns. Jufrizal, serta materi higiene tangan dan keamanan pangan oleh Wahyu Eka Sari, sebelum melangkah ke sesi praktik pembuatan produk.

Keuchik Gampong Jawa, Musrifun, menyambut hangat inisiatif akademik ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi warga mengenai manfaat tanaman yang selama ini belum teroptimalkan.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena dapat memberikan pemahaman bagi warga, sekaligus dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari “, tegas Musrifun. 

Antusiasme senada dirasakan oleh para peserta. Sukiran, perwakilan kelompok peternak, mengungkapkan bahwa inovasi ini sangat membantu dari sisi ekonomi.

 “Kami sekarang bisa membuat sendiri desinfektan untuk kandang secara mandiri, sehingga jauh lebih menghemat biaya dibandingkan membeli desinfektan kimia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kader Posyandu Gampong Jawa, Ibu Roma, menambahkan bahwa keterampilan baru ini memberikan nilai tambah bagi sanitasi keluarga. 

Kader Posyandu kini bisa membuat hand sanitizer herbal sendiri untuk mendukung kesehatan dan kebersihan warga sehari-hari,” pungkasnya.L24.SWJ.