HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

DPD IKAL Aceh Dorong Penguatan Ketahanan Sosial Lewat Buku “Aceh dan Ujian Ketahanan Sosial”

  Lentera24.com | BANDA ACEH — DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh meluncurkan sekaligus menggelar bedah buku Aceh dan Ujian K...

 


Lentera24.com | BANDA ACEH — DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh meluncurkan sekaligus menggelar bedah buku Aceh dan Ujian Ketahanan Sosial: Pelajaran dari Daerah Pasca Konflik, karya Dr. Yusri Kasim, SE, M.Si., Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh.

Kegiatan yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (25/8/2026), tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, akademisi, unsur pemerintah, jurnalis, aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus IKAL Aceh.

Buku yang diterbitkan CISSReC dan Yayasan Lembaga Riset Siber Indonesia, dengan editor Dr. Pratama Persadha, ini memiliki hampir 300 halaman. Isinya mengajak pembaca melihat perjalanan Aceh bukan semata sebagai daerah yang pernah dilanda konflik dan bencana, tetapi sebagai ruang pembelajaran mengenai kemampuan masyarakat untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit.

Dalam buku tersebut, Yusri Kasim mengulas perjalanan panjang Aceh setelah perdamaian RI-GAM pada 2005. Menurut perspektif yang ditawarkan dalam buku, perdamaian bukanlah akhir dari persoalan, melainkan awal dari pekerjaan panjang untuk menyembuhkan luka sosial, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta membangun kesejahteraan masyarakat.

Pengalaman Aceh selama lebih dari tiga dekade konflik bersenjata, ditambah bencana gempa dan tsunami, meninggalkan jejak sosial yang mendalam. Karena itu, pembangunan daerah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik.

Pemulihan jaringan sosial, penguatan solidaritas masyarakat, serta penataan kembali tatanan sosial yang sempat retak juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan Aceh pasca konflik dan bencana.

Ketua DPD IKAL Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, mengapresiasi lahirnya buku tersebut. Ia menilai karya Yusri Kasim dapat menjadi pemantik bagi pengurus IKAL Aceh untuk terus menuangkan gagasan dan pengalaman dalam bentuk karya tulis.

Menurutnya, pengalaman Aceh menunjukkan bahwa ketahanan sosial bertumpu pada sejumlah kekuatan penting, di antaranya solidaritas komunitas, kemampuan masyarakat beradaptasi secara budaya, serta peran lembaga-lembaga lokal.

“Ketahanan sosial bukan sekadar kemampuan untuk bertahan hidup, tetapi juga kemampuan menjaga keutuhan masyarakat dan budaya di tengah berbagai tekanan,” demikian gagasan utama yang mengemuka dalam diskusi.


Dibedah Dua Akademisi

Bedah buku menghadirkan dua tokoh dan akademisi Aceh, yakni Dr. H. Otto Syamsuddin Ishak, mantan Ketua Komnas HAM, serta Prof. Dr. Afridar, Guru Besar USK bidang Ekonomi Pembangunan.

Diskusi dipandu H. Juniazi Yahya selaku Humas DPD IKAL Aceh.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas pengalaman Aceh dalam melewati konflik, proses perdamaian, bencana, hingga berbagai tantangan pembangunan dan ketahanan sosial.

Kegiatan turut dihadiri unsur Kesbangpol Aceh, Kementerian Agama Aceh, tokoh masyarakat, akademisi, jurnalis, aktivis mahasiswa, serta pengurus DPD IKAL Aceh.

Melalui buku tersebut, Yusri Kasim berharap pembaca dapat menangkap pesan bahwa Aceh merupakan kisah tentang masyarakat yang pantang menyerah. Konflik diakhiri melalui perdamaian, masyarakat bangkit dari bencana, dan proses pembangunan terus dilanjutkan menuju kesejahteraan yang menjadi cita-cita bersama.L24.SWJ.