Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyambut langsung kunjungan kerja Mente...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyambut langsung kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia ke Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (23/7/2026). Pertemuan yang dipusatkan di Aula Setdakab Aceh Tamiang tersebut difokuskan pada penyerahan sertifikat pengganti bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus peninjauan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Bupati Armia menyampaikan bahwa kehadiran Menteri ATR/BPN merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Pusat dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.
"Kehadiran Bapak Menteri merupakan bentuk nyata Pemerintah Pusat terhadap percepatan pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana," ujar Bupati Armia.
Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda Bumi Muda Sedia telah menimbulkan dampak yang sangat besar. Selain merusak rumah dan infrastruktur, bencana juga mengakibatkan hilang maupun rusaknya berbagai dokumen penting masyarakat, termasuk sertifikat hak atas tanah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum atas kepemilikan tanah apabila tidak segera ditangani.
Bupati Armia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri ATR/Kepala BPN RI beserta jajaran yang telah melakukan proses pendataan, verifikasi, hingga penerbitan sertifikat pengganti bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana.
"Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI atas proses pendataan, verifikasi, hingga penerbitan sertifikat pengganti bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak," ucapnya.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN RI, Nurson Wahid, dalam arahannya menegaskan bahwa kementeriannya terus bergerak cepat untuk memastikan seluruh bidang tanah masyarakat terpetakan dan memiliki kepastian hukum. Ia juga memberikan apresiasi atas kesiapan serta sinergi yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Aceh Tamiang beserta Forkopimda. Alhamdulillah 1.019 hektare tanah, administrasinya sudah terpenuhi semuanya dari Kanwil Badan Pertanahan Aceh untuk kesiapan pembangunan Huntap," ujar Menteri.
Usai kegiatan di Aula Setdakab, rombongan melanjutkan kunjungan dengan meninjau lahan Huntap Buddha Tzu Chi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah wakaf Masjid Salman Al-Farisi serta sertifikat rumah bantuan MUI di Kampung Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed.
Sebagai informasi, Menteri ATR/BPN RI Nurson Wahid yang juga menjabat sebagai Wakil MUI turut menyerahkan bantuan rehabilitasi Masjid Salman Al-Farisi sebesar Rp2 miliar yang berasal dari para donatur. Selain itu, disalurkan pula bantuan rehabilitasi ringan bagi 200 unit rumah milik marbot masjid, guru ngaji, dan guru dayah yang terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, para kepala OPD, jajaran Kementerian ATR/BPN, serta tamu undangan lainnya.L24.SWJ.
