Elemen masyarakat sipil di Aceh Tamiang meminta pendukung dan tim sukses (timses) calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang untuk meminimalis...
Elemen masyarakat sipil di Aceh Tamiang meminta
pendukung dan tim sukses (timses) calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang untuk
meminimalisir potensi konflik. Mereka berharap, Pilkada Tamiang akan berjalan
damai, aman, jujur, dan adil.
Keinginan warga Aceh Tamiang itu terungkap dalam diskusi publik “Pilkada Damai di Tamiang” yang digelar Forum Pemberdayaan Rakyat Miskin (FPRM) dan Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan, dan Konsultasi (LP2K) di Aula Dinkes Tamiang, Kamis (24/5).
Ketua KIP Tamiang Izuddin yang menjadi materi pada diskusi tersebut mengungkapkan sejumlah potensi konflik yang mungkin muncul dalam pelaksanaan pilkada, diantaranya, bentrok antarpendukung, mobilisasi masa dari daerah lain karena Pilkada tidak serentak. Potensi konflik lainnya, penggunaan fasilitas negara, serta mobilisasi PNS oleh kandidat, serta sejumlah potensi konflik lainnya yang perlu diwaspadai.
Ketua Divisi Humas Panwas Aceh Tamiang, Sri Hidayati, meminta kandidat berlomba mencari dukungan dengan memperdalam visi misi kepada para pendukungnya. Sri menyatakan, pengawas akan berupaya keras menghasilkan Pilkada berkualitas dan berintegritas.
Kapolres Tamiang, AKBP Drs Armia Fahmi, mengungkapkan, untuk memastikan Pilkada Aceh Tamiang berjalan aman dan kondusif, Polres Aceh Tamiang akan dibantu TNI untuk mendukung kerja petugas perlindungan masyarakat (Linmas).
“Kita berharap kejadian anarkis di kabupaten lain tidak terjadi di Tamiang. Jangan gara-gara satu orang ingin jadi bupati, warga harus pasang badan dan menanggung kerugian. Karena tidak seimbang dengan pengorbanan yang dilakukan,” ujarnya. | Aceh.tribunews.com
Keinginan warga Aceh Tamiang itu terungkap dalam diskusi publik “Pilkada Damai di Tamiang” yang digelar Forum Pemberdayaan Rakyat Miskin (FPRM) dan Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan, dan Konsultasi (LP2K) di Aula Dinkes Tamiang, Kamis (24/5).
Ketua KIP Tamiang Izuddin yang menjadi materi pada diskusi tersebut mengungkapkan sejumlah potensi konflik yang mungkin muncul dalam pelaksanaan pilkada, diantaranya, bentrok antarpendukung, mobilisasi masa dari daerah lain karena Pilkada tidak serentak. Potensi konflik lainnya, penggunaan fasilitas negara, serta mobilisasi PNS oleh kandidat, serta sejumlah potensi konflik lainnya yang perlu diwaspadai.
Ketua Divisi Humas Panwas Aceh Tamiang, Sri Hidayati, meminta kandidat berlomba mencari dukungan dengan memperdalam visi misi kepada para pendukungnya. Sri menyatakan, pengawas akan berupaya keras menghasilkan Pilkada berkualitas dan berintegritas.
Kapolres Tamiang, AKBP Drs Armia Fahmi, mengungkapkan, untuk memastikan Pilkada Aceh Tamiang berjalan aman dan kondusif, Polres Aceh Tamiang akan dibantu TNI untuk mendukung kerja petugas perlindungan masyarakat (Linmas).
“Kita berharap kejadian anarkis di kabupaten lain tidak terjadi di Tamiang. Jangan gara-gara satu orang ingin jadi bupati, warga harus pasang badan dan menanggung kerugian. Karena tidak seimbang dengan pengorbanan yang dilakukan,” ujarnya. | Aceh.tribunews.com