Atap Stadion Gayo Lues Diterjang Puting Beliung

Lentera24.com | BLANGKEJEREN -- Setelah kemarau panjang, tiba-tiba Rabu (10/7) pukul 14.20 WIB hujan disertai angin puting beliung melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus), sehingga sejumlah fasilitas umum dan rumah warga di kabupaten itu rusak. Salah satu yang rusak parah adalah atap Stadion Seribu Bukit.

Foto : Serambi
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah relawan dan anggota Taruna Siaga Bendana (Tagana) Galus, puting beliung itu terjadi di Kecamatan Blangkejeren. Selain merusak atap Stadion Seribu Bukit Galus, angin puyuh itu juga merubuhkan bangunan parkir di Kantor Samsat Galus. Ironisnya, ketika bangunan itu rubuh menimpa pula sebuah mobil Suzuki Ertiga yang sedang parkir, sehingga rusak ringan.

Sebuah rumah warga di Kompleks Terminal Blangkejeren juga rusak diterjang puting beliung. Hal yang sama juga terjadi di Jalan Badak Desa Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren. Bukan saja rusak, atap rumah itu bahkan terbang dihantam angin puting beliung. Untungnya tak ada korban jiwa maupun yang cedera dalam peristiwa ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Galus, Suprinadi SSTP, kepada Serambi, Rabu (10/7) mengatakan, saat atap Stadion Seribu Bukit Galus itu rusak diterjang puting beliung, suasana di sekitar lapangan masih sepi. Itu sebab, tak ada korban jiwa maupun yang cedera ketika puting beliung merusak atap sejumlah bangunan.

Kantor Dispora Galus memang berada di tribun stadion tersebut. “Saat kejadian, Kadispora bersama sejumlah stafnya sedang berada di lokasi dan sebelumnya berniat ingin pulang. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Pak Bupati. Selang beberapa menit Bupati bersama Sekdakab Galus datang untuk meninjau dampak dari puting beliung tersebut,” ujar Suprinadi.

Menurut sumber Serambi, mobil Suzuki Ertiga yang tertimpa bangunan parkir di Kantor Samsat Galus itu merupakan milik Amin Nora, warga Kutapanjang.

Sedangkan atap rumah warga di Jalan Badak yang sempat terbang dihantam puting beliung tersebut sebagian besar sudah dipasang kembali oleh korban dibantu warga setempat. [] SERAMBI



Diberdayakan oleh Blogger.