Tingkatkan Mutu, RSUD Langsa Menoutsourcing Tenaga Kebersihan

Lentera24.com | LANGSA -- Untuk meningkatkan pelayanan dan kebersihan di rumah sakit, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa melakukan upaya menoutsourcing tenaga kebersihan di lingkungan rumah sakit.

Foto : Dok/L24 (Roby Sinaga)
Direktur RSUD Langsa, dr Fardhiyani, Senin (6/5) saat ditemui wartawan menyatakan, cleaning service atau petugas kebersihan outsourcing bertugas memelihara kebersihan dan memberikan pelayanan kebersihan di rumah sakit untuk menciptakan performance RSUD Langsa termasuk kenyamanan dalam bekerja karyawan terutama mengenai kebersihan dan pelayanan kantor.

Sebelum dilakukan upaya menoutsourcingkan tenaga kebersihan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan seluruh pekerja untuk mensinkronkan keputusan tersebut.

"Alhamdulillah, dalam pertemuan tersebut seluruh pekerja kebersihan menyambut baik dengan dilakukan upaya dioutsourcingkan mereka. Kalau selama ini mereka menerima honor tiga bulan sekali baru dibayarkan, tergantung pencairan BPJS Kesehatan. Tapi dengan outsourcing ini mereka bisa menerima honor setiap bulan dan nilainya pun lumayan besar, terhitung mulai bulan Mei" sebutnya.

Dijelaskan Fardhiyani, ada 73 tenaga outsourcing kebersihan RSUD ini yang merupakan pekerjaan kebersihan yang selama ini sudah bekerja di rumah sakit, namun keberadaannya tidak maksimal melakukan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan dan membersihkan sampah di rumah sakit.

Apalagi, selama banyak keluhan di masyarakat yang menilai bahwa kebersihan di rumah sakit selama ini tidak optimal, apalagi dalam hal penanganan sampah di lingkungan rumah sakit.

Di samping itu, sebut Fardhiyani lagi, upaya ini menyahuti program Wali Kota Langsa untuk secara bertahap memperbaiki sistem pelayanan di rumah sakit sebagai kota jasa yang berperadaban dan islami.

Di mana, 73 pekerja outsourcing ini nantinya diawasi oleh tiga pengawas dengan memberlakukan tiga shift kerja yakni, pukul 06:00 sampai 14:00, 14:00 pukul 20:00 dan 20:00 pukul 06:00. 

"Pekerja outsourcing ini selain diberikan honor senilai Rp750.000 dan akan bertambah sesuai prestasi mereka, juga dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan kecelakaan kerja dan santunan kematian. Selain itu juga mereka diberikan pelatihan-pelatihan terkait pengelolaaan sampah dan kebersihan, agar mereka bekerja sesuai SOP yang ada," pungkasnya. [] L24-007 (Roby Sinaga)
Diberdayakan oleh Blogger.