Penikam Gadis Nagan Diringkus

Lentera24.com | NAGAN RAYA -- Pihak kepolisian Polres Nagan Raya pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 20.30 WIB, berhasil menangkap PRN (25), pelaku penganiayaan gadis Nagan Raya di Jalan Siki, Gang Kolam Nomor 2, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Sebelum tertangkap, pelaku sempat berada dalam pelarian selama empat bulan.

Foto : Serambinews
Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto, melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, pelaku PRN diburu pihak berwajib karena diduga telah menganiaya gadis Nagan berinisial WA (23) dengan cara menikamnya hingga kritis di rumah korban, Desa Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya pada 14 November 2018, sekitar pukul 09.30 WIB. Usai melakukan kejahatannya itu, PRN melarikan diri dan mencoba bersembunyi ke Tanah Karo, Sumatera Utara.

“Empat bulan PRN dalam pelarian ke Tanah karo, akhirnya pelaku penganiayaan ini berhasil kita tangkap di Tanah Karo,” kata Kapolres Nagan Raya, melalui Kasat Reskim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang kepada Serambi, Minggu (17/2).

Ia menambahkan, penangkapan itu dipimpin langsung oleh KBO Satreskrim Polres Nagan Raya, Ipda Irwan Hadi S beserta Kanit 1 Pidum, Bripka Jufriadi Ruslan, dan anggota. Dalam menjalankan misinya, tim Polres Nagan Raya ini dibantu unit IV Resmob Satreskrim Polres Tanah Karo. “Pelaku, hingga Minggu (17/3) ini, masih diamankan di Mapolres Tanah Karo. Direncanakan, pelaku akan segera diboyong ke Mapolres Nagan Raya,” ujarnya.

Disebutkan Kasat Reskrim, pelaku diduga keras telah melakukan tindak pidana penganiayaan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/46/XI/RES.7.4./2018, di mana pelaku telah melakukan penganiayaan berat terhadap WA yaitu dengan menikam korban dengan pisau dan mencekiknya hingga kritis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, WA (23), gadis muda asal Desa Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya ditemukan bersimbah darah usai ditusuk di bagian punggung dan leher oleh pria misterius yang menyatroni rumahnya pada Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 09.30 WIB. Penusukan tersebut diduga dilakukan pelaku karena kalap usai kepergok aksinya saat menyatroni rumah korban yang biasanya ditinggal kosong pemilik setiap pergi ke kebun.

Saat peristiwa itu terjadi, korban sendirian di rumah karena ditinggal kedua orangtuanya yang pergi ke kebun. Saat itu, korban melihat pelaku sedang mengendap-endap hendak masuk ke dalam rumahnya. Dalam kondisi terkejut, korban berteriak sehingga pelaku panik dan langsung menghujamkan pisau kecil ke bagian punggung, wajah, dan leher korban.

Keuchik Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Paidi yang dikonfirmasi Serambi, kala itu, mengatakan, korban ditemukan warga telah bersimbah darah di depan rumahnya karena berupaya meloloskan diri dari aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku. Dalam kondisi berdarah, korban sempat meminta tolong kepada tetangganya sebelum kemudian roboh ke tanah di depan rumah lantaran mengalami pendarahan hebat di bagian pungung, leher dan wajah akibat tusukan pisau. Sedangkan, pelaku diduga berhasil melarikan diri. Warga yang mengetahui hal itu langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya. “Warga juga telah melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian,” jelasnya. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.