Ratusan Mahasiswa Unsam Langsa Gelar Aksi Demo, Berikut Isi Tuntutannya

Lentera24.com | LANGSA -- Ratusan Mahasiswa/i Universitas Samudra (Unsam) Langsa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unsam, gelar aksi demo menuntut pihak Rektorat menjelaskan dan mengambil kebijakan atas tuntutan yang meraka sampaikan. 



Koordinator Aksi, Ramadhan, dalam orasinya, Selasa (19/02) dihalaman depan Rektorat, menyampaikan agar Pihak Rektorat dapat menjelaskan terkait aliran dana bidik misi yang selama ini sering terlambat, sehingga mereka menduga adanya Mal Administrasi dalam pengelolaan dana bidik misi.

Kemudian, lanjut Ramadhan, mereka juga menduga tim pelaksana bidik misi Unsam mengangkangi aturan ketiga SNPMB PTN terkait proses verifikasi penerima bidik misi. 

"Kalau tim bidik misi ikuti aturan, pastinya ada proses verifikasi terkait survei tempat tinggal dan verifikasi ekonomi secara keseluruhan dan merata, namun ini tidak dilakukan," ucap Ramadhan dengan lantang sembari disambut teriakan, hidup mahasiswa, hidup mahasiswa.



Selain itu, mereka juga menolak gedung sekretariat mahasiswa yang telah dibangun oleh pihak rektorat. "Kami meminta agar dibangunkan kembali gedung sekretariat yang layak dan sesuai kebutuhan mahasisiwa, bukan seperti keinginan pihak rektorat," ujar Ramadhan. 

"Jika pihak Rektorat dalam hal ini Rektor Unsam Langsa, DR Bahctiar Akob MPd, tidak mampu mengambil kebijakan atas tuntutan yang kami sampaikan, kami persilahkan untuk mundur dari jabatannya," pungkas Ramadhan disambut teriakan, turunkan Rektor, turunkan Rektor. 

Setelah menyampaikan tuntutan dan hampir dua jam menunggu, Rektor Unsam tidak kunjung keluar menemui mahasiswa, akibatnya suasana tegang dan aksi saling dorong sempat terjadi, bahkan mahasiswa sempat memboikot pintu keluar Unsam. 



Akhirnya setelah sekian jam ditunggu, Rektor Unsam Langsa, DR Bahctiar Akob MPd, didampingi Wakil Rektor 1 Saiman, keluar  sembari disambut teriakan oleh ratusan mahasiswa. 

Dalam penyampaiannya, Wakil Rektor 1, menyebut, terkait transfaransi dan aliran dana bidik misi, semua sudah dijalankan sesuai aturan. "Kita sudah jalankan sesuai aturan, bahkan tahun ini ada penambahan kuota dari 200 menjadi 482 penerima bidik misi," katanya.

Namun, pihaknya tidak memungkiri adanya persoalan yang dihadapi, baik itu teknis dan pelaksanaan dalam penyaluran dana bidik misi. "Tahun ini ada 700 yang memiliki sertifikat bidik misi, namun kuota kita hanya 482, sehingga sisanya memang menjadi PR untuk kami," ucapnya. 

Hingga berita ini ditayangkan, aksi demo yanh dilakukan ratusan mahasiswa itu masih berlanjut sampai ada kebijakan pihak rektorat atas tuntutan yang mereka sampaikan. [] L24-004 (Razzaq) 

Diberdayakan oleh Blogger.