Asal Jadi !! Sejumlah Masyarakat Protes Pembangunan TPT dan Penimbunan Jalan Kampung Dagang Setia

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Penimbunan Jalan di Dusun Paya Tem Kampung Dagang Setia Kecamatan Manyak Payed yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (DD) tahun 2018, diduga dikerjakan asal jadi.



Salah seorang warga setempat, Ibnu Hasan, kepada media ini, Senin (04/02) mengatakan bahwa Pembangunan Tembok Penahan Tanah yang menelan anggaran Rp.206.507.000,-  dan Penimbunan Jalan sekitar Rp. 124.000.000,- dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT) terlihat asal jadi dan menuai protes ditengah-tengah masyarakat. 

"Kami sangat kecewa, seharusnya pembangunan tersebut bisa memudahkan masyarakat, kini sama sekali tidak bisa digunakan dan malah menyulitkan masyarakat," ungkap Ibnu dengan nada tinggi. 

Selain itu, Ia juga menyesalkan pembangunan tersebut tidak direncanakan dan dikerjakan sesuai spesifikasi. "Bangunan itu tidak menggunakan pondasi, parahnya lagi ada yang sudah retak bahkan ada yang hampir roboh, " ujarnya. 



Hal senada juga disampaikan, MDSK Kampung setempat, Mukhtar Sulaiman.  Menurutnya bukan hanya pekerjaan itu saja yang bermasalah,  Pekerjaan Penimbunan TPA dengan Anggaran Rp.41.814.000,- juga diduga Mark Up anggaran. "Bagaimana tidak dikatakan mark up, penimbunan tanah dan pembayaran HOK tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan," tuturnya. 

Oleh karena itu, Ia dan sejumlah masyarakat meminta agar Camat Manyak Payed memanggil Datok Penghulu dan TPK untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan. 

Sementara salah seorang anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kampung Dagang Setia, Husin, yang dikonfirmasi media ini menyebut bahwa ia mengakui bahwa pembangunan TPT itu tidak sempurna sehingga pasca 3 bulan dikerjakan pondasi sudah mulai miring dan ada yang mulai roboh. 



Selain itu, ia menyebut untuk kegiatan Penimbunan TPA, total tanah timbunan sebanyak 24 Dum Truck dengan anggaran per Truck Rp. 220.000,- dan untuk HOK Rp. 30.000,- per Dum Truck,  dan jika ditotal Rp. 6.000.000,-.

"Saya hanya bekerja dilapangan, terkait anggaran saya sama sekali tidak mengetahui karena saya sama sekali tidak pernah diberitahu bagaimana sistem pembayaranya, jadi apa yang segitu yang dikasih segitu juga yang saya bayarkan" ungkap Husin. [] L24-004 (razzaq) 

Diberdayakan oleh Blogger.