Sekda Irup Hari Bhakti Transmigrasi

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM., menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke 68 tahun 2018, di Halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Rabu 12 Desember 2018.

Foto : Ilustrasi
Sekda Dermawan dalam Sambutan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, mengatakan bahwa transmigrasi sangat penting untuk mendukung pembangunan industrialisasi di luar Jawa. Secara historis, pada jaman kemerdekaan permulaan penyelenggaraan transmigrasi dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1950. 

Saat itu sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) atau 98 jiwa diberangkatkan ke Lampung dan Lubuk Linggau. Sehingga pada tanggal 12 Desember itulah ditetapkan sebagai Hari Bakti Transmigrasi.

Hari ini, kata Dermawan, sudah 68 tahun penyelenggaraan program transmigrasi mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Ada suka dan ada duka, ada sukses dan ada pula kelemahan. 

“Terlepas dari semua itu, transmigrasi telah berhasil membangun 3.608 satuan permukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi, di antaranya telah berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru,” katanya.

Dari data yang ada, jumlah pertumbuhan baru berupa 1.183 desa definitive, 385 eks satuan permukiman transmigrasi berkembang menjadi ibukota kecamatan, 104 eks satuan permukiman transmigrasi mendukung ibukota kabupaten, serta 2 ibukota provinsi. 

Kontribusi transmigrasi dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia yaitu dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. 

Perkembangan itu diakui sangat membanggakan. Karenanya Menteri Desa memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah, serta masyarakat dan dunia usaha, yang telah berkontribusi dan berkolaborasi melalui penggerakkan berbagai sumberdaya dalam memajukan kawasan transmigrasi sehingga mampu berkembang menjadi pusat pengembangan komoditas pangan dan sekaligus sebagai embrio pusat pertumbuhan baru.

Pemerintahan Pusat, kata Dermawan, sangat mendukung Program Transmigrasi. Salah satu bentuk dukungannya adalah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi.

Namun demikian, lanjut Dermawan, dalam perjalanannya, program transmigrasi mengalami pasang-surut, akan tetapi hal ini tidak mematahkan semangat untuk terus bekontribusi dalam membangun Indonesia menjadi lebih sejahtera.

“Fokus transmigrasi saat ini adalah untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal pada permukiman dan kawasan transmigrasi, Revitalisasi terhadap kawasan yang sudah dibangun, mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) melalui program kemitraan di kawasan transmigrasi,” kata Sekda Dermawan.

Hal itu dilakukan untuk memastikan keberhasilan transmigrasi melalui kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pengembangan produk unggulan untuk kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya. Tercatat pada tahun 2018 total investasi melalui pola kemitraan dengan pengembangan Prukades di kawasan transmigrasi mencapai 15,97 Trilyun Rupiah. 

Selain dengan pihak swasta, kolaborasi pun dilakukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. [] L24-012 (M. Amin)

Diberdayakan oleh Blogger.