Jembatan Seruway yang Tak Kunjung Selesai

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Satu jembatan rangka baja yang menghubungkan Kecamatan Seruway dengan Kecamatan Bendahara di Aceh Tamiang, terancam tidak akan pernah selesai.

Foto : Serambinews
Sebabnya, kontrak kerja pelaksanaan proyek pembangunan jembatan ini hanya tersisa 13 hari lalu, sedangkan kedua bagian rangka jembatan belum terhubung.

Sementara itu, anggaran untuk jembatan ini tidak tersedia lagi dalam APBA 2019, karena dianggap sudah selesai di tahun 2018.

Kekhawatiran terhadap tidak selesainya jembatan ini diungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi melalui pesan tertulis kepada Serambinews.com, setelah meninjau proyek pembangunan jembatan tersebut, Minggu (9/12/2018).

Asrizal menceritakan panjang lebar tentang perjuangan panjang masyarakat Seruway dan Bendahara dalam memperjuangkan jembatan itu.

Menurutnya, sejak Indonesia merdeka, masyarakat di beberapa kampung di kedua kecamatan itu masih menggunakan perahu atau getek untuk kebutuhan tranportasinya.

Hingga pada tahun 2011 dimulailah pembangunan jembatan itu dengan anggaran awal Rp 4 miliar.

Anggaran sebesar itu hanya mampu menyelesaikan kepala jembatan sebelah di Kecamatan Seruway, tepatnya di Desa Tangse Lama.

Namun, karena terjadi pergantian pemimpin daerah, legislatif dan eksekutif, proyek ini sempat berhenti karena tidak ada anggaran. Sehingga bangunan kepala jembatan ditumbuhi semak belukar.

Hingga kemudian pada tahun 2016, Asrizal yang sudah dua tahun menjadi anggota DPRA, menggelar reses dan mengajak seluruh datok (kepala desa) dari dua kecamatan, serta unsur muspika kedua kecamatan itu untuk memperjuangkan kembali pembangunan jembatan itu.

Perjuangan itu membuahkan hasil dengan tersedianya anggaran sebesar Rp 20 miliar dalam APBA 2017.

Selanjutnya, pada APBA 2018 yang berbentuk Peraturan Gubernur (Pergub), kembali dialokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar.

Dana sebesar itu dialokasikan untuk lanjutan pembangunannya dan fungsional di akhir tahun 2018.

“Sepertinya untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hari ini kondisi pembangunan jembatan seperti terlihat pada gambar, masih ada dua bagian rangka jembatan belum terhubung, sementara sisa waktu pelaksanaan hanya tersisa 13 hari lagi sejak hari ini, dan dapat dipastikan jembatan ini gagal selesai pada waktunya,” ungkap Asrizal.

Pun demikian, Asrizal tetap berharap ada keajaiban agar jembatan ini tetap selesai dan dimanfaatkan pada Januari 2019.

“Kepada seluruh masyarakat Aceh Tamiang, terkhusus kepada masyarakat Kecamatan Seruway dan Kecamatan Bendahara, agar sudi menadahkan tangan dan berdoa kepada Allah untuk diberi keajaiban supaya kita bisa memanfaatkan jembatan ini paling tidak di Januari 2019,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Anggota DPRA asal Aceh Tamiang ini pun mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak terkait yang dianggap telah menunjuk rekanan tidak profesional untuk melaksanakan proyek tersebut. [] SERAMBINEWS

Diberdayakan oleh Blogger.