Alfian Lukman : Dalam MoU GAM Tidak Dibubarkan

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Perayaan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Ke-42, Selasa (04/12) di Kampung Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang di Warnai Pembacaan Doa dan Santunan bagi 50 orang Anak yatim oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Teming dan DPW Partai Aceh (PA) 



Dalam Milad tersebut KPA/PA juga mengundang salah satu tokoh asal Kota Lhokseumawe yang ikut menggagas perundingan antar GAM dan RI di Swedia. Dia adalah T Alfian Lukman SHI MA yang juga sahabat Pang Sumatra Budi Satria.

Alfian menyebutkan bahwa dalam MoU Helsinki,  Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak dibubarkan, namun yang dibubarkan adalah Tentara Negara Aceh (TNA) yang kini disebut sebagai Ex Kombatan. Untuk menyatukan para Ex Kombatan yang ada hampir di seluruh pelosok Aceh, GAM membentuk satu wadah yaitu Komite Peralihan Aceh (KPA). 

"Saat ini para Ex Kombatan sudah berkolaborasi menjadi KPA dan PA yang siap berperang di kancah politik," Kata Alfian yang saat ini sedang menyelesaikan S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Diponegoro Semarang.

Alfian menambahkan, sudah waktunya GAM tidak lagi berjuang dengan senjata, namun kita telah di berikan hak untuk berjuang melalui partai lokal (Partai Aceh), dengan tujuan untuk merealisasikan butir-butir MoU yang telah disepakati 14 tahun silam. ungkap Alfian yang saat ini berprofesi sebagai Dosen di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe.

"Saat ini tinggal Partai Aceh dan Partai Lokal lain untuk bersama menjalankan tugas, yaitu 'berperang ' di kancah politik," pungkas Alfian yang saat ini berprofesi sebagai Dosen di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.