Sebelum Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Tia Sempat Mengeluh dan Ingin Berhenti Jadi Pramugari

Lentera24.com | SOSOK -- Trianingsih Putri Van Ende merupakan salah satu korban pesawat Lion Air JT 610.

Foto : Tribunnews.com
Trianingsih Putri Van Ende merupakan pramugari training pesawat Lion Air JT 610.

Sebelum pesawat Lion Air Jt 610 jatuh, Trianingsih Putri Van Ende sempat mengeluhkan ingin berhenti menjadi pramugari.

Hal ini disampaikan YouTubers Shely Che yang merupakan sahabat Trianingsih Putri Van Ende.

Trianingsih Putri Van Ende, pramugari training ini kerap disapa Tia.

Saat pesawat lion Air JT 610 dinyatakan jatuh, nama Tia memang tidak tercantum dalam daftar kru.

Hal ini dikarenakan statusnya dan dua teman lainnya masih training pramugari.

"Dia (Tia) itu masih karyawan training, dia masih baru gabung Lion Air dan masih belum jadi kru, makanya dia belum masuk list kru pesawat. Karena dia masih training dan dia duduk di sebelah karyawan training lainnya ada 3 orang," kata Shely Che, dilansir dari video unggahan kanal YouTube Shely Che yang berjudul 'UNTUK SAHABATKU - Tragedi Jatuhnya Pesawat LION AIR JT610', Jumat (2/11/2018).

Shely awalnya tak mengira jika sahabatnya tersebut berada di pesawat Lion Air JT 610.

Merasa khawatir dengan sahabatnya, Shely pun mengirimkan pesan singkat kepada Tia untuk menanyakan pesawat Lion Air JT 610 yang dinyatakan jatuh.

Pesan singkat itu dikirimkan Shely pukul 09.53 WIB.

Sayangnya pesan singkat itu hanya bercentang satu, yang berarti tidak sampai ke penerimanya.

Tidak mau berputus asa, Shely kembali mengirimkan pesan kepada Tia pukul 12.45 WIB.

Sayangnya masih saja tidak terlihat tanda-tanda terkirim.

Dalam video tersebut, Shely juga membagikan kisah pertemuan terakhirnya dengan Tia.

Jumat (26/10/2018), Shely Che bertemu dengan Tia di sebuah pusat perbelanjaan.

Pertemuan Shely Che dan Tia saat itu hampir saja tidak terjadi.

Namun, Tia menunjukkan gelagat yang berbeda dari biasanya.

Tia biasanya tidak pernah memaksakan keadaan jika memang tidak bisa bertemu.

Namun, saat itu Tia memaksakan diri ingin bertemu dengan Shely.

Berdasarkan video tersebut, Shely baru pulang pukul 20.30 malam dan segera bertolak ke mall yang akan segera tutup pada pukul 22.00 untuk bertemu dengan sahabatnya.

"Tapi di situ Tia ngotot banget pengen ketemu aku, dia bilang 'aku masih bisa sama kamu sampai jam 11, aku udah pesan grab' segala macamnya dan dia pengen banget ketemu aku jadi aku tungguin," ujar Shely Che.

Dalam pertemuan tersebut, Tia bercerita tentang keluh kesahnya menjadi pramugari training di Lion Air selama tujuh bulan.

Tia juga mengaku sudah tidak kuat menjalani hidupnya sebagai pramugari Training Lion Air.

Tia sempat meminta pendapat Shely atas rencananya ingin berhenti menjadi pramugari.

Gak hanya soal gaji, Tia juga mengeluhkan masalah senioritas pramugari di maskapai Lion Air.

"Dia sempat bilang ke aku, dia sudah nggak kuat, 'Shely aku pusing keuangan aku keganggu dan aku belum jelas kapan dapat sertifikat pramugarinya'," lanjutnya

Lebih lanjut Shely mengatakan bahwa Tia pernah disuruh pulang dan batal terbang karena memakai syal.

Tia saat itu memakai syal di basecamp pramugari Lion Air, bukan di bandara.

Saat itu Tia merasa kedinginan di basecamp, karena saatitu sedang jam tiga pagi.

Namun seniornya malah menegur dan tidak memperbolehkan Tia terbang karena memakai syal.

Sebagai sahabat, Shely selalu mendukung Tia yang memang sudah dari lama ingin menjadi seorang pramugari.

Sayangnya, peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 membuat Shely menyesal.

Jika saja waktu bisa diputar, Shely akan mendukung keputusan Tia untuk berhenti menjadi pramugari.

Kini, Shely hanya bisa mendoakan dan meminta maaf atas nama sahabatnya jika ada kesalahan. [] TRIBUNNEWS.COM
Diberdayakan oleh Blogger.