Aceh Singkil Kembali Terendam Banjir

Lentera24.com | SINGKIL -- Banjir kembali mengepung wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (8/11). Permukiman penduduk, sekolah, jalan raya, dan sejumlah fasilitas publik, lagi-lagi menjadi korban bencana alam untuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Selain itu, Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat juga direndam banjir ekses hujan deras yang mengguyur kedua kabupaten itu dalam beberapa hari terakhir.

Foto : Serambinews
Banjir terparah merendam sepanjang 300 meter Jalan Singkil-Gunung Meriah, tepatnya depan kantor Camat Singkil Utara. Imbsnya, kendaraan tidak bisa melintasi jalan itu, sebab genangan air mencapai 30 centimeter. “Air mulai masuk badan jalan sejak malam. Air turun dari belakang menuju dataran rendah yakni depan kantor Camat Singkil Utara,” kata Alidin, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh Singkil.

Karena tak lewat Jalan Singkil-Gunung Meriah, akhirnya kendaraan yang menuju Singkil, ibu kota kabupaten setempat dan sebaliknya, dialihkan melalui perumahan penduduk di Gosong Telaga. Jalan alternatif tersebut dapat dilalui dari arah Singkil dengan belok ke kanan ketika sampai di SMA Negeri 1 Singkil Utara.

Sedangkan dari arah Gunung Meriah, pengendara belok ke kiri ketika sampai persimpangan menuju objek wisata Pantai Cemara Indah. Setelah melewati jembatan, belok ke kanan terus hingga keluar di dekat SMA Negeri 1 Singkil. “Jalan direndam banjir sejak tadi malam (kemarin malam-red), api besarnya mulai pagi ini. Solusinya, kendaraan dialihkan melalui Gosong,” kata Safnil, petugas Dinas Perhubungan Aceh Singkil yang mengatur lalu lintas di lokasi banjir.

Selain jalan, banjir juga merendam rumah penduduk, kantor Camat Singkil Utara, Pos Koramil Singkil Utara, dan Kantor Urusan Agama Singkil Utara. Akibatnya, aktivitas di perkantoran pemerintah itu terganggu. Tak ketinggalan, banjir ikut juga merendam SMA Negeri 1 Singkil Utara yang membuat proses belajar mengajar tak berjalan normal, bahkan sebagian pelajar terlihat pulang setelah kelasnya terendam air.

Wilayah lain yang terendam banjir antara lain, permukiman penduduk di Kecamatan Singkil. Antara lain di Ujung Bawang dan Pea Bumbung. Kemudian sebagian Desa Pasar, Pulau Sarok, Kilangan, Suka Makmur, Kuta Simboling, Rantau Gedang, dan Teluk Rumbia. Banjir yang melanda ibu kota Aceh Singkil itu, selain akibat hujan deras dan air kiriman, juga diperparah masuknya musim pasang besar air laut.

Sementara itu, banjir yang sebelumnya menggenangi wilayah hulu sungai, seperti Simpang Kanan dan Gunung Meriah, kini berangsur surut. Airnya mengalir ke Singkil tempat muara sungai berada.

Bukan hanya Aceh Singkil, banjir luapan juga melanda Aceh Selatan ekses hujan deras yang mengguyur kabupeten itu, sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, Jembatan Lawe Cimanok yang menghubungkan Kluet Timur dan Kluet Tengah, Kecamatan Kluet Timur nyaris ambruk karena abudmennya digerus banjir.

“Jembatan yang nyaris ambruk, ini lokasinya di Gampong Lawe Cimanok, Krueng Lawe Mungkap, Kecamatan Kluet Timur. Jembatan ini sebagai penghubung dua Kecamatan Kluet Timur dan Kluet Tengah,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Zamzami ST kepada Serambi, Kamis (8/11).

Zamzami menjelaskan, dia menerima laporan dari tokoh masyarakat Lawe Cimanok, Ismail yang meminta pemerintah segera memperbaiki abudmen jembatan yang sudah dikikis banjir. “Jembatan ini merupakan akses petani/pekebun untuk membawa hasil kebun mereka. Karenanya, warga meminta pemerintah yang baru cepat tanggap terhadap kondisi seperti ini agar keresahan masyarakat cepat teratasi,” harap Zamzami.

Sementara di Aceh Barat, hujan lebat dalam tiga hari terakhir, membuat badan jalan lintas Meulaboh-Kuala Bhee, tepatnya di Ateung Teupat, Kecamatan Bubon terendam banjir, Kamis (8/11). Informasi yang diperoleh Serambi, Kamis kemarin, banjir mulai dirasakan pada Rabu (7/11), setelah wilayah itu dilanda hujan lebat. Eksesnya, dua sungai besar yakni Krueng Meureubo dan Krueng Woyla, pun mulai meluap. Alhasil, air luapan itu merendam permukiman warga di Pasi Leuhan, walau kini dilaporkan sudah surut.

Bukan cuma itu, banjir juga masih merendami Jalan Ateung Teupat, sehingga jalur yang selama ini digunakan penduduk empat kecamatan meliputi Woyla, Woyla Timur, Woyla Barat, dan Bubon untuk turun ke pusat kota Meulaboh, menjadi lumpuh. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif lain sebagai jalur lintas yaitu via Peuribue Arongan, Lambalek dengan jarak lebih jauh.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Barat, Kismar Turangga yang ditanyai Serambi, kemarin, mengatakan, banjir sempat kembali terjadi merendami permukiman, namun sudah surut, termasuk di Kecamatan Pante Ceureumen. “Lokasi yang masih banjir hanya di Ateung Teupat. Itu merupakan jalan yang memang sering langganan banjir,” ujar Kismar. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.