Kelompok Karya Limbah Laut Binaan Pertamina di Pusong Kapal Butuh Sentuhan Khusus

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --  Dengan limbah dan sampah yang didapatkan dari pantai ujung Tamiang,  Pusong Kapal yang saat ini sedang digarap sebagai kawasan ekowisata manggrove dan tuntong laut, salah seorang anggota Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Martunis segera merubah limbah menjadi sebuah karya yang bernilai seni dan unik.


Martunis beserta sejumlah sohibnya yang tergabung dalam sebuah kelompok binaan PT Pertamina EP FIELD Rantau telah mendapatkan ilmu tentang pemanfaatan limbah yang didiperolehnya dari pembekalan yang digelar PT Pertamina Aset 1 Pertamina beberapa waktu lalu.

"Dengan kondisi yang serba keterbatasan, kami mencoba mulai merangkak menyalurkan ide-ide kami melalui limbah kayu laut menjadi suatu benda yang indah dan diminati banyak orang," ujar Martunis, saat disambangi dirumahnya, Sabtu (27/10) malam.


Pria kelahiran tahun 1988 yang berdomisili di permukiman kaum nelayan di Desa Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang ini bertekad akan mengembangkan daya ide nya untuk meningkatkan kreatifitasnya sebagai anggota kelompok binaan PT Pertamina.


Namun Ayah satu anak ini beserta rekan-rekannya dalam melakukan aktifitasnya itu masih memiliki kendala alat bantu yang serba minim dan banyak kekurangan.


"Memang ada diberi bantuan oleh PT Pertamina Rantau beberapa unit alat kerja seperti kompresor, gerenda dan bor, tapi itu masih belum memadai untuk membuat suatu barang agar bisa jadi lebih menarik dan kelihatan sempurna," tutur Martunis.


Selain kekurangan alat bantu kerja dan modal uang tunai,  awalnya Martunis cs juga merasa kebingunan dengan pemasaran hasil karyanya. Sebab pihaknya belum mengetahui tempat yang bisa menampung dan memasarkan hasil dari buah karyanya.


Nantinya hasil karya anak kelompok binaan Pertamina ini, kata Martinus akan dipasarkan melalui galeri " ajang ambe" yang ada di Karang Baru, tepatnya didekat kantor Pos Karang Baru, Aceh Tamiang.

"Tapi sepertinya kalau di galeri ajang ambe itu, daya tampungnya kan sangat terbatas," imbuh pemilik nama sapaan Imay ini. [] L24-002


Diberdayakan oleh Blogger.