Zikir dan Tausiyah Hari Jadi Subulussalam Diramaikan Santri

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Syukuran Perayaan Hari Jadi ke-56 Subulussalam yang dikemas dalam gema zikir dan tausiyah diramaikan para santri sejumlah pondok pesantren se-Kota Subulussalam di Masjid Agung Kota Subulussalam, Kamis (13/9).


Foto : Suasana zikir dan tausiyah di Masjid Agung Kota Subulussalam, Kamis (13/9)
Diawali pembacaan alquran oleh Nasrul Efendi, santri Ponpes Al Mansyuriah, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam yang dipandu Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Hermaini, acara juga diisi dengan lantunan shalawat oleh seluruh jamaah dipimpin Marwan Z, unsur Kemenag Kota Subulussalam.

Panitia, Ya'kub melaporkan pada rangkaian peringatan Hari Jadi ke-56 Subulussalam, pihaknya menggelar sejumlah kegiatan, seperti jalan santai, senam kesegaran jasmani serta zikir dan tausiyah dengan mengundang unsur dayah atau pondok pesantren (ponpes) se-Kota Subulussalam.


Sedangkan acara puncak Hari Jadi, 14 September 2018 (hari ini, Jumat) digelar upacara di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam.


Wakil Wali Kota, Salmaza dalam sambutannya mengapresiasi panitia berharap momentum zikir, doa dan tausiyah hendaknya benar-benar diikuti segenap PNS, bukan hanya diramaikan oleh para santri. 


Soal imbauan pembatasan penggunaan pengeras suara saat mengumandangkan azan, dihadapan Muspida, sejumlah Kepala SKPK, unsur Muspika dan para jamaah, termasuk Wali Kota Subulussalam terpilih, Affan Alfian Bintang, Salmaza ingatkan untuk tidak khawatir dengan tetap menjalankan ketentuan seperti selama ini.


Pada momentum zikir dan doa di sana dipimpin unsur anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Qaharuddin Kombih, sedangkan tausiyah oleh ustaz Sabaruddin Siahaan. 


Dalam tausiyahnya, Sabaruddin menegaskan kalau zikir akan menghidupkan hati. Perbedaan orang berzikir dengan tidak berzikir ibarat orang hidup dengan mati. 


Dia juga minta jamaah untuk menjadikan program baca alquran sebagai agenda wajib setiap hari, dan mengingat mati sebagai kontrol hidup. "Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat mati dan menyiapkan bekal dalam menghadapi kematian," tegas Sabar. [] L24-Khairul


Diberdayakan oleh Blogger.