Rapat Bagi Hasil Koperasi Kebun BDA-Masyarakat Pertanyakan MoU

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Meski rapat Koperasi Kebun Plasma Perusahaan Perkebunan Bumi Daya Abadi (KKP PPBDA) semula dijadwalkan bertujuan untuk bagi hasil dengan warga terkait di aula Desa Longkib, Kec. Longkib, Kota Subulussalam, Rabu (26/9), warga justru mempertanyakan sejumlah persoalan, tak terkecuali soal nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) yang pernah disepakati.

Foto : Suasana rapat warga dengan KKP PPBKA, Rabu (26/9)
Pertanyaan disampaikan Ketua Perlob, Amigo TB penerima kuasa dari puluhan warga Desa Longkib dan Sepang, Kec. Longkib yang tergabung dalam KKP PPBDA terkait hasil, sistem pengelolaan anggaran koperasi maupun  pemanfaatan hasil perolehan KKP PPBDA yang diketuai, M. Rita.

Pembangunan akses jalan menuju Desa Longkib dan pemeliharaan yang memprioritaskan tenaga kerja warga setempat dan kebun plasma seluas 3,5 Ha/KK disebutkan belum terpenuhi juga dipermasalahkan.

Rapat berubah menjadi perdebatan alot, perang mulut dan saling tuding antar masyarakat dengan pengurus koperasi dan PPBDA. Bahkan teriakan kaum ibu di luar aula menyulut suasana semakin ribut dan nyaris tak terarah.  

KPP PPBDA yang dibentuk tahun 2011 bertujuan untuk mengelola kebun plasma PPBDA kepada masyarakat. Namun hingga gelar rapat, Rabu (26/9), masyarakat mengaku belum menikmatinya, padahal produksi PPBDA sudah berjalan sejak tahun 2016.

Hadir rapat di sana beberapa perwakilan KKP PPBDA, Manager PP BDA, Ir. Nurmansyah, perwakilan masyarakat Longkib dan Sepang, LSM LIRA, YARA, LEPASP, KNPI dan Pengurus Persatuan Pemuda Kecamatan Longkib (Perlob). 

Tidak ditemukan kesepakatan,  rapat dilanjutkan hari ini, Kamis (27/9) di aula Kantor Camat Longkib. [] L24-Khairul
Diberdayakan oleh Blogger.