Karyawan PT Semadam Bubarkan Diri

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Kualasimpang, Setelah tiga malam tidur di gedung DPRK Aceh Tamiang sebagai bentuk protes mereka karena di PHK sepihak oleh manajemen PT Semadam, akhirnya para karyawan perusahaan perkebunan tersebut membubatkan diri dan kembali ke rumah mereka masing-masing, Sabtu (8/9/2018).


Puluhan karyawan PT Semadam yang diketahui menduduki bahkan tidur di gedung dewan tersebut telah bertahan selama empat hari tiga malam guna mengharapkan perhatian pemkab Aceh Tamiang dengan nasib mereka. Meski sebelumnya telah dihimbau untuk kembali ke tempat mereka oleh Bupati, ketua DPRK maupun Forkopimda, namun mereka tidak mau beranjak sedikitpun.

Lsm Gadjah Puteh sebagai pihak yang telah dikuasakan oleh perwakilan karyawan untuk memperjuangkan nasib mereka akibat pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang tidak dijalankan oleh manajemen PT Semadam mengkoordinir dan memberikan pemahaman kepada puluhan karyawan yang bertahan di gedung parlemen Aceh Tamiang itu untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.

Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly yang turun ke lokasi bersama pengurusnya berikut perwakilan SPPP-SPSI menyatakan bahwa upaya persuasif akan terus dilakukan sembari mempersiapkan langkah-langkah hukum demi memperjuangkan nasib para karyawan yang tentunya merupakan warga masyarakat Aceh Tamiang itu.  

"Kami akan tetap berupaya keras lewat berbagai cara agar nasib para karyawan terbela, dengan mendesak DPRK sebagai wakil rakyat agar bersikap tegas dan tidak mengorbankan nasib karyawan," ujarnya kepada Media ini, di gedung DPRK Atam.

Langkah membubarkan para karyawan tersebut dilakukan setelah ada pembicaraan singkat dengan ketua DPRK yang berjanji akan mengakomodir tuntutan karyawan lewat hak-hak dan kewenangan yang dimiliki oleh DPRK.

Dijelaskan Sayed bahwa dirinya meminta agar DPRK benar-benar berpihak pada warga dan tegas meskipun harus berseberangan dengan eksekutif, "Saya minta agar pihak legislatif bersikap tegas dan gunakan kewenangannya untuk memaksa PT Semadam menerima kemabali karyawan yang di PHK dengan tanpa syarat. Atau jika perusahaan masih bersikeras DPRK dapat memaksa untuk mencabut sementara izin operasional PT Semadam", tegas Sayed.

"Ya..mereka kembali sementara ke rumah masing-masing, jika dalam dua hari ini tidak juga terealisasi tuntutannya mereka berjanji akan kembali dengan jumlah yang lebih besar lagi", pungkas Sayed. [] L24-004

Diberdayakan oleh Blogger.