Anggaran Renovasi Lantai Jembatan Dusun Pintu Kuari Dinilai Terlalu Besar

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Besarnya angka aggaran yang diplotkan untuk pembangunan renovasi cor beton lantai jembatan dusun Pintu Kuari, Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang dinilai warga sangat tidak masuk akal.


Kegiatan pekerjaan renovasi pengecoran lantai jembatan beruran 4 x12 meter tersebut hingga menelan anggaran DDS tahun 2018 mencapai Rp.110 juta lebih.

"Rasanya terlalu besar dana yang diperuntukkan direnovasi jembatan yang hanya berukuran 4x12 meter itu," ujar seorang warga yang meminta agar namanya dirahasiakan kepada Lentera24 baru baru ini.

Sejumlah warga disana meragukan pelaksanaan pekerjaan yang dananya bersumber dari ADD itu duduga terindikasi adanya pembengkakan dana  dari salahsatu item harga, baik itu harga material maupun harga pada salah satu kegiatan yang ada.


Sebab kata warga, pekerjaan dimaksud bukan pembanguna Jembatan namun hanya renovasi cor lantai. Sementara aboutmen, balok besi H dan empat unit tembok penahan tanah pada empat sisi ujung jembatan merupakan bangunan lama yang dibuat dengan menggunakan dana P2DTK tahun angaran 2008 lalu.

Terkait hal itu, Datok Penghulu (Kepala Desa) Selamat, Ponen mengaku tidak memahami secara teknik tentang proyek dimaksud. Tidak hanya sampai disitu, Ponen juga mengaku tentang pagu anggaran sekaligus tentang RAB pada pekerjaan renovasi lantai jembatan itu.

"Saya tidak memahami persoalan teknis maupun besarnya dana anggaran pada pekerjaan itu. Coba lihat aja palnk nya, disana ada tertulis dengan jelas," Sebut Ponen saat dikonfirmasi via ponselnya.

Namun dalam amatan Lentera24, plank proyek yang dimaksud Ponen sudah tidak lagi terpasang dilokasi pekerjaan. Ponen beralasan kalau plank tersebut sudah dicabut dan disimpan atas anjuran perangkat dari Kecamatan Tenggulun dengan alasan agar plank proyek tidak rusak disaat ada pemeriksaan datang.

Ponen juga menganjurkan agar Lentera24 mengkonfirmasi langsung ke Tim pelaksana kegiatan (TPK) setempat atau kepada konsultan perencana. Namun anehnya, saat diminta nomor kontak pribadi kedua orang tersebut, Ponen menyebutkan kalau dirinya tidak menyimpan nomor hp milik TPK dan konsultan perencana itu.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas pemberdayaan masyarakat dan Kampung, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Aceh Tamiang, Drs Tri Kurnia mengatakan akan segera mengirim tim-nya untuk mengecek langsung kegiatan proyek dimaksud.

"Untuk mendapatkan informasi yang konkrit, kita akan turun melakulan monitoring kekegiatan padat karya tunai ini," ujar Tri Kurnia, Senin (30/7) diruang kerjanya.

Tri menyatakan, meskipun pihaknya tidak memahami secara teknis tentang pekerjaan dimaksud, namun nantinya pihak inspektorat bisa menghitung secara teknis terhadap penyesuaian antara anggaran yang dipergunakan dengan volume pekerjaan. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.