Sejumlah Ruas Jalan yang Amblas di Subulussalam Dikerjakan

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Fenomena jalan rusak akibat tergerus air dan nyaris setengah badan jalan amblas, persis di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam tampak mulai dikerjakan, Kamis (10/5).


Tampak pengerjaan jalan nasional yang rusak di Desa Cepu, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (12/5). (Foto : Khairul/Dok. L24)
Titik jalan nasional rusak parah tidak kurang sepanjang 100 meter berjarak sekira enam kilometer dari pusat Kota Subulussalam ini semakin parah dalam tujuh bulan terakhir. Sejumlah rumah warga dikosongkan, menyusul beberapa unit diantaranya terbawa longsor.

Bahkan pada musim penghujan awal Januari lalu, tak hanya badan jalan yang digerus air, dua buah tiang listrik harus dipindah dan beberapa bulan sebelumnya sejumlah rumah warga terpaksa dikosongkan karena takut terimbas gerusan air, seperti yang menimpa dua atau tiga unit rumah di sana.

Amatan, rambu 'hati-hati' dan lampu penerang (PLN) dipasang di sana, lalu bentangan plastik dijadikan penutup bekas longsoran badan jalan. Untungnya, arus alu lintas sehari-hari persis di persimpangan Desa Penuntungan/SKPC itu tak begitu padat, sehingga ancaman kecelakaan lalu lintas bisa diprediksi kecil. 

Namun guyuran hujan panjang, bukan tidak mungkin mengancam keutuhan badan jalan penghubung Medan, Sumut-Subulussalam, Aceh ini. Kerusakan terparah juga terjadi tidak jauh dari lokasi Puskesmas Simpang Kiri, Kota Subulussalam, penghubung Kec. Simpang Kiri dengan Kec. Rundeng dan Kec. Longkib. 

Sedangkan fenomena jalan rusak parah di wilayah Kab. Pakpak Bharat sempat mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Subulussalam. Pasalnya, wali kota berkirim surat kepada Presiden RI, Joko Widodo per 6 Februari 2018, perihal 'Kondisi Rusak Berat Jalan Nasional Subulussal-Sumut'. 

Penghubung lintas sejumlah kab/kota di Prov. Aceh, seperti Subulussalam, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Simeulu-Prov. Sumut itu sangat mengganggu pengendara. Meski kondisinya sebagian sudah diperbaiki, pengguna jalan di sana berharap pemerintah secara total melakukan perbaikan. [] L24-Khairul
Diberdayakan oleh Blogger.