Optimalkan Lembaga Penyiaran, KPI Apresiasi Pemko Banda Aceh

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh karena dinilai telah optimal dalam memanfaatkan lembaga penyiaran untuk menyebarluaskan informasi dan program-program pembangunan kepada masyarakat.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPI Aceh Muhammad Hamzah saat bertemu Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di balai kota, Senin (28/5/2018). Hamzah datang bersama empat Komisioner KPI Aceh lainnya, sementara Aminullah didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Iskandar, Kabag Adm Perekonomian M Ridha, dan Kabag Humas Setdako Banda Aceh T Taufik Mauliansyah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Pak Amin yang telah dengan optimal memanfaatkan lembaga penyiaran seperti TV dan Radio untuk menyampaikan pesan-pesan maupun iklan layanan masyarakat. Sambutan dari masyarakat juga cukup antusias”, kata Hamzah.

KPI, katanya, juga berharap dapat bersinergi dengan Pemko Banda Aceh dalam upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam mencerna siaran TV yang saat ini banyak dipenuhi dengan tontonan yang tidak bermanfaat, bahkan membodohi masyarakat. “Kami berharap ada upaya bersama untuk penonton yang cerdas, sekaligus memperkuat pelaksanaan syariat islam yang berlaku di daerah kita,” katanya. 

Ia menambahkan, saat ini terdapat 135 lembaga penyiaran baik radio maupun TV se-Aceh. “Di Banda Aceh sendiri tercatat ada 20 Radio yang beroperasi dan 13 stasius TV walau belum semuanya ada kantornya di sini. Dan kami siap menerima laporan dari masyarakat jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran dimaksud, sebagaimana amanah UU No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran kepada KPI”, pungkasnya.

Kepada Komisioner KPI Aceh, Wali Kota Aminullah mengatakan penting sekali bagi pihaknya untuk memaksimalkan pemanfaatan media dalam pembangunan kota. “Menggandeng 10 Radio, kita sudah meluncurkan Banda Aceh Traffic Update untuk membantu masyarakat dalam berlalu-lintas.”

“Juga ada program Wali Kota Menjawab yang kita gelar setiap bulan dengan tema yang berbeda, dan disambut positif oleh warga. Program ini untuk menampung aspirasi warga, dan sudah banyak menyelesaikan beragam permasalahan kota karena langsung kita hadirkan SKPK terkait”, imbuhnya.

Sementara lewat TV, pihaknya juga tengah menggencarkan promosi pariwisata baik via TV lokal maupun nasional. “Intinya lewat berbagai media termasuk cetak, online hingga medsos kita terus intens ‘menjual’ Banda Aceh ke dunia luar untuk semakin menarik minat wisatawan. Tahun ini targetnya 500 ribu orang, dan tahun depan 1 juta kunjungan wisatawan ke Banda Aceh”, katanya. [] L24-012 (M. Amin)
Diberdayakan oleh Blogger.