Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Menjelang bulan suci ramadhan, harga bahan pokok di Aceh relatif stabil artinya tidak ada yang mengalami kenaikannya, seperti beras, gula dan minyak goreng. Hal tersebut di katakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Drs. Muhammad Raudhi, M.Si di kantornya saat diwawancara dengan Habanusantara.com, Rabu (9/3/2018 kemarin-red).


Dikatakan Muhammad Raudhi, pada tanggal 19/4 yang lalu, Disperindag Aceh bersama dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri telah melakukan peninjauan lapangan untuk memantau harga barang bahan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng disejumlah pasar di kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Untuk harga barang-barang tersebut, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Beras premium Rp 13.300, Beras Medium Rp 9.950, Gula Rp 12.500 dan minyak goreng Rp 11.500. "sementara setelah di lakukan peninjauan ke beberapa pasar modern, bahwa harga Beras Premium di Aceh berkisar antara Rp 9.900 sampai dengan Rp 13.400, berkaitan dengan harga beras medium Harga paling tinggi Rp 9.600, untuk gula harga HET Rp 12.500, begitu jugahalnya dengan harga minyak goreng yaitu Rp 11.500", ujar Raudhi.

Lanjutnya, jika ada pedagang yang berani mainkan harga beras,gula dan minyak goreng ini, bulog kapan saja siap mengeluarkan stok nya untuk di distribusikan ke masyarakat untuk menstabilkan kembali harga pangannya.

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan untuk ramadan dan idhul fitri tahun ini mencukupi. Sehingga tidak akan terjadi kelangkaan bahan pangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat Disperindag dan bulog pada senin lalu di kantor bulog, ungkap Raudhi.

“Stok beras di bulog Aceh, cukup untuk 4 bulan kedepan, Gula ada 5000 ton,  minyak goreng 5000 Liter", sebutnya lagi.

Muhammad Raudhi, juga memastikan untuk kebutuhan stok telur di aceh juga aman sampai dengan idhul fitri, Hal berdasarkan kata Pak Haji Ramli salah seorang distibutor telur untuk Aceh kepadanya. "Kebutuhan telur diawal-awal ramadhan tidak begitu dibutuhkan, biasanya itu H-10 Idul Fitri, kebutuhan telur biasanya lebih meningkat dari awal ramadhan, mungkin kebutuhan tersebut untuk persiapan panganan hari raya," jelas raudhi mengutip pernyataan pak haji Ramli.

Berkaitan dengan harga bawang dan cabe, tomat, menurut Raudhi, hal tersebut tidak bisa di pastikan harganya akan naik, karena itu berdasarkan hasil panennya yang terjadi di masing-masing komoditas tersebut.

Sementara itu, Muhammad Raudhi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu panik untuk harga pangan dan stok pangan menjelang ramadhan serta tidak perlu melakukan aksi borongan, Harapnya. "Disperindag akan terus memantau harga di setiap harinya, tidak hanya dilakukan oleh Disperindag provinsi, tapi juga disperindag Kabupaten kota serta satgas pangan polisi juga melakukan pemantauan", Imbuh Raudhi.

Selain itu, untuk harga daging menjelang ramadhan di Aceh berkisar antara Rp 130.000 sampai dengan Rp 150.000, hal tersebut berbeda dengan harga daging dengan daerah lain seperti di jawa. Disana katanya, pemerintah bisa mengimpor daging beku untuk di pasarkan dipasaran sebagai harga pesaing, terserah masyarakat memilih yang mana, akan tetapi pemerintah juga tidak bisa memaksa konsumen untuk memilih daging tersebut, ujar Raudhi.

Untuk Aceh sendiri, tentu kebutuhan daging menjelang ramadhan berbeda, hal ini di Aceh ada tradisi hari megang, yang merupakan sebuah momentum yang spesifik sebagai ciri khas masyarakat Aceh, tentu dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan intervensi untuk harga daging tersebut. "Masyarakat Aceh spesifik mengkonsumsi daging, masyarakat aceh lebih senang dengan sapi lokal Aceh, bahkan berkaitan dengan rasanya, karena aceh penikmat kuliner, tau makanan enak yang mana", jelasnya lagi.

Gas LPG 3 KG mendapatkan penambahan kuota

Kemarin pertamina menyampaikan, pada bulan Mei 2018, Pertamina menambah 5 persen kuota tabung gas LPG 3 KG, atau bertambah 9600 tabung dari jumlah sebelumnya, itu menurut pertamina berdasarkan hasil rapat yang di gelar dengan pihak pertamina tiga hari yang lalu, kata Kadis Perindag Aceh. "Sedangkan untuk bulan Juli, pertamina menambahkan lagi kuotanya sebesar 7 persen, kalau salah, berarti salah pertamina", begitu ungkapnya. [] L24-012 (M. Amin)
Diberdayakan oleh Blogger.