Amanat Panglima TNI Dibacakan Kasdim 0703/Cilacap Saat Upacara 17-an Bulan April 2018

Lentera24.com | CILACAP -- Inilah Amanat Panglima TNI yang dibacakan Kepala Staf Kodim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian dihadapan seluruh anggota Prajurit TNI dan PNS Kodim 0703/Cilacap pada upacara 17an bulan April 2018 di lapangan upacara Kodim 0703/Cilacap Jln. Jend. Sudirman No. D-1 Cilacap, Selasa (17/04).


Dalam amanat tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa awal bulan April 2018 telah memasuki periode Triwulan ke II. Dengan demikian masing-masing unsur kesatuan di jajaran TNI harus sudah menyiapkan Laporan Pelaksanaan dan Evaluasi Triwulan I, berdasar pada Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI yang telah ditetapkan dalam Rapim TNI Tahun 2018.

Menurut Panglima TNI, laporan Pelaksanaan dan Evaluasi Program serta kegiatan triwulan, merupakan sarana guna mengetahui dan memahami segala capaian dan kendala bagi peningkatan kinerja, serta pencapaian sasaran secara optimal pada triwulan berikutnya. 

Oleh karena itu, Panglima TNI tekankan kepada seluruh satuan di jajaran TNI untuk menyusun laporan pelaksanaan dan evaluasi triwulan I serta laporan dan evaluasi triwulan selanjutnya secara jujur, bertanggungjawab, transparan, akuntabel dan tepat waktu. Hal tersebut sebagai realisasi dari komitmen TNI dalam Reformasi Birokrasi, guna mendukung kebijakan pemerintah clean goverment dan good governance.

Lebih lanjut Kasdim menyampaikan  amanat Panglima TNI, perkembangan yang cepat membuat tantangan tugas bagi TNI semakin kompleks dan menuntut kemampuan beradaptasi dan inovasi. Dalam kaitan tersebut Panglima TNI perintahkan kepada seluruh unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membaca situasi dan segala kecenderungan perkembangannya. Hal ini menurut Panglima diperlukan agar kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI, serta meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas Prajurit dan PNS TNI dalam kerangka mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, salah satu tantangan dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak di 171 daerah di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini pula rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai. Pesta demokrasi 
tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air. Kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif 
seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan massa yang anarkis. 

Untuk itu, Panglima minta kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankannya. Prajurit dan PNS TNI harus dapat membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat dengan tidak turut meneruskan atau menyebarkan isu-isu tidak jelas yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. " Prajurit TNI juga harus menjaga netralitasnya ". Tugas TNI untuk mengamankan dan menjamin suksesnya pesta demokrasi tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak netral. 

Selain itu, Panglima TNI dalam amanatnya juga menyinggung tentang ketahanan nasional.
Menurut Panglima, tanpa adanya ketahanan nasional yang kuat, berbagai ancaman seperti yang terjadi di negara timur tengah dapat merongrong stabilitas negara yang pada akhirnya membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara yang bersangkutan.


Indonesia beruntung tidak menghadapi kondisi semacam itu. Namun bukan berarti kemudian kita dapat berpangku tangan karena tanpa kesiapan secara dini, akan sudah sangat terlambat untuk berbenah bila ancaman itu tiba. 

Satu hal yang dapat mendukung ketahanan nasional yang kuat adalah soliditas dan kekompakan segenap komponen bangsa dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. TNI selaku bagian dari komponen itu perlu membina soliditas, sinergi, dan kekompakan, dari tingkat pusat sampai daerah. 

Ego sektoral dan premordialisme sempit harus dibuang jauh-jauh karena hanya dengan bersatu, bergerak bersama-sama, maka Indonesia akan dapat menjawab dan menghadapi setiap potensi yang mengancam kedaulatan, keutuhan, maupun keselamatan bangsa dan negara.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Hal ini telah disadari oleh para pendahulu dan pendiri bangsa sehingga menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita. Kesadaran untuk menghormati dan menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara sebagai kepentingan yang lebih besar akan selalu menjadi simpul strategis pemersatu bangsa.

Setiap Prajurit dan PNS TNI adalah bagian dari komponen bangsa yang memegang peran sebagai bagian dari organisasi TNI serta anggota masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, Prajurit dan PNS TNI harus menjadi komponen yang menyatu tak terpisahkan, bersifat membangun, membawa nilai positif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Yakinlah apa yang kita laksanakan akan membawa kebaikan kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. [] L24-Tarwan
Diberdayakan oleh Blogger.