Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Haru dan khidmat menyatu di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Rabu (14/10/2026) sore. Di ba...
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi 3 kepala TK, 43 kepala SD, dan 9 kepala SMP dalam mengabdikan diri. Dalam suasana yang sarat makna, Bupati Armia Pahmi mengingatkan bahwa amanah yang kini melekat di pundak mereka bukanlah sekadar simbol kekuasaan atau jabatan semata, melainkan sebuah tanggung jawab mulia yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Di hadapan para pemimpin sekolah yang baru mengucap sumpah, Bupati menyampaikan empat pesan mendalam sebagai kompas dalam menjalankan tugas:
1. Menjaga Kesucian Tugas: Bebas Pungli dan Transparan
Bupati menegaskan bahwa proses pengangkatan para kepala sekolah ini berjalan bersih tanpa birokrasi berbiaya. Beliau menitipkan pesan agar integritas tersebut terus dijaga hingga ke lingkungan sekolah.
"Jangan ada pungutan liar di sekolah. Dana BOS harus dikelola secara jujur dan transparan. Loyalitas kepada pemerintah harus selalu berjalan seiring dengan integritas yang tak tergoyahkan," tegaskannya penuh penekanan.
2. Menjadi Nahkoda Tangguh yang Melahirkan Inovasi
Mengibaratkan sekolah sebagai sebuah kapal, Bupati menekankan bahwa arah dan kemajuan sekolah sangat bergantung pada sosok kepemimpinan di dalamnya. Kepala sekolah diharapkan hadir membawa terobosan baru dalam metode pembelajaran, sehingga para siswa tak hanya cerdas secara akademik, namun juga mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
3. Membentengi Moral dengan Pendidikan Karakter
Di tanah Aceh Tamiang yang menjunjung tinggi syariat Islam, sekolah memegang peran vital sebagai benteng moral generasi muda. Bupati berharap sekolah tidak hanya melahirkan anak-anak yang pandai, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, disiplin, santun, serta menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
4. Merawat Harapan di Tengah Pemulihan Pascabencana
Pesan paling menyentuh hadir saat Bupati menyinggung kondisi sekolah-sekolah yang terdampak musibah banjir baru-baru ini. Beliau mengajak para kepala sekolah untuk bergerak cepat, merangkul komite sekolah dan orang tua murid untuk memetakan kebutuhan pemulihan.
"Pastikan setiap anak tetap bisa belajar. Tidak boleh ada satu pun anak-anak kita yang berhenti bersekolah hanya karena musibah ini," tutur Bupati penuh empati.
Pelantikan sore itu bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan awal perjuangan baru. Dengan empat pilar pesan tersebut, 55 kepala sekolah yang dilantik diharapkan mampu membawa hembusan perubahan nyata dan membakar semangat belajar anak-anak di seluruh pelosok Kabupaten Aceh Tamiang. []L24.Sai

