Cela Dubes Inggris, Menlu Sebut Trump tidak Hormat

Lentera24.com | LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mencela duta besarnya untuk AS serta Perdana Menteri Theresa May. Sebagai dua negara sekutu, Trump dinilai tak menunjukkan sikap atau rasa hormat.

Foto : Republika
Dia menilai, para diplomat atau duta besar AS di setiap negara pasti akan memberikan pendapat atau pengamatannya kepada menteri luar negeri. Hal itu pun dilakukan duta besar Inggris di AS.

“Saya tidak menyebarkan penilaian duta besar mengenai pemerintah AS atau hubungan dengan pemerintah AS, tapi saya benar-benar membela haknya untuk melakukan penilaian jujur itu dan sangat penting diplomat kami di seluruh dunia terus dapat melakukannya. Anda (Trump) mengatakan aliansi Inggris-AS adalah yang terbesar dalam sejarah dan saya setuju, tapi sekutu perlu memperlakukan satu sama lain dengan hormat, seperti yang dilakukan Theresa May dengan Anda,” kata Hunt. 

Trump telah melayangkan hujatan terhadap Theresa May dan Duta Besar Inggris untuk AS Kim Darroch. Hal itu dilakukannya setelah memo rahasia milik Darroch bocor. Dalam salah satu memonya, Darroch menyebut pemerintahan Trump tak kompeten serta mengalami disfungsi.

Dalam serangkaian cicitannya di Twitter, Trump mencela May karena gagal mencapai kesepakatan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa. “Saya memberitahu May cara melakukan kesepakatan itu, tapi dia melakukan hal bodohnya sendiri, tidak dapat menyelesaikannya. Sebuah bencana! Saya tidak mengenal duta besar (Inggris untuk AS), tapi telah diberi tahu dia adalah orang yang sombong. Duta besar yang aneh yang ditunjuk oleh Inggris untuk AS bukanlah seseorang yang kita sukai, seorang pria yang sangat bodoh,” katanya.

Sebelumnya Trump mengatakan Darroch tak melayani Inggris dengan baik. “Kami bukan penggemar besar pria itu dan dia belum melayani Inggris dengan baik. Jadi saya bisa mengerti dan saya bisa mengatakan banyak hal tentang dia, tapi saya tidak akan repot-repot,” ujarnya. [] REPUBLIKA
Diberdayakan oleh Blogger.