Agusnar Kembali Pimpin PUK SPPP-SPSI PMKS PT Sisirau

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Menggalang kebersamaan antara pekerja dengan perusahaan demi mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan dikeduabelah pihak merupakan tujuan utama bagi serikat pekerja pertanian dan perkebunan serikat pekerja seluruh Indonesia (SPPP-SPSI) yang mewakili para pekerja dan berfungsi sebagai mitra perusahaan.


Hal itu disampaikan Agusnar, ketua PUK SPPP-SPSI PMKS PT Sisirau yang kembali meraih suara terbanyak saat mengikuti dan memenangkan pemilihan ketua PUK SPPP-SPSI Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Sisirau periode tahun 2019-2024 pada Mei 2019 lalu setelah masa kepengurusannya sebagai ketua berakhir. 

Acara pelantikan pengurus PUK itu dilaksanakan dihalaman kantor PMKS PT Sisirau, Desa Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/7).

Sekretaris PC FSPPP-SPSI Kabupaten Aceh Tamiang, Adriadi, SE mengharapkan agar kedua pihak (pihak perusahaan dan karyawan-red) tetap menjaga kekondusifan serta kedamaian dilingkungan perusahaan yang merupakan sebuah lingkup tempat mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhan bagi keluarganya.


Sementara itu, Manager PMKS PT Sisirau, Herman Ginting menyebutkan, selaku pihaknya akan selalu menjalankan amanah perusahaan untuk menjaga kebersamaan dengan segenap pekerja.

"Sebagai Managemen, kita berharap agar kebersamaan antara pihak perusahaan dan karyawan bisa kita pelihara dengan baik, sehingga komunikasi antara pekerja dan pengusaha bisa saling tercipta dan menjaga keutuhan kerukunan yang sejak lama terjalin," ujar Herman Ginting.

Lebih lanjut dikatakan Herman, kerukunan dan kekondusifan yang terbangun tersebut bisa membawa suka cita untuk kebersamaan yang selanjutnya dapat memicu dan memotifasi prestasi kerja secara optimal.


"Dengan adanya kepengurusan PUK yang baru bisa kita bangun sebuah kemitraan yang baik untuk mewujudkan kinerja pada era baru," imbuh Herman.

Pada kesempatan itu, Datok (Kepala Desa) Sidodadi, Ponirun, juga mengharapkan hubungan antara karyawan dan pimpinan perusahaan dapat terjalin secara harmonis. Ponirun mengibaratkan, antara pengusaha dan karyawan sama sama berada pada sebuah bahtera, bila terjadi kebocoran maka secara bersama pula kedua pihak akan tenggelam.

Lanjut Ponirun, Karyawan jangan hanya mengharapkan hak haknya saja, tetapi kewajibannya sebagai karyawan juga wajib dipenuhi.

"Kita mengharapkan perusahaan ini bisa lebih maju, bila perusahaan maju maka warga didesa ini yang bekerja di perusahaan akan terimbas kemakmurannya, baik pekerja karyawan maupun yang sebagai pekerja bongkar muat," tukas Ponirun. [] L24-Suparmin

Diberdayakan oleh Blogger.