Laporan Anyar Sebut Google dapat Untung dari Konten Berita

Lentera24.com | JAKARTA -- Google disebut mendapatkan pemasukan sekitar US$4,7 miliar dari lalu lintas pencarian berita media massa. Hal tersebut disampaikan dalam laporan anyar yang dilakukan oleh kelompok New Media Alliance. 

Foto : cnn
Melansir AFP, laporan menggarisbawahi kerugian yang diterima oleh industri media massa atau situs penyedia konten. Disebutkan bahwa duit sebesar US$4,7 miliar itu didongkrak oleh tingginya lalu lintas pencarian berita yang disajikan oleh media. 

Laporan menyebut bahwa Google memonetisasi konten berita untuk menjaga konsumennya. Pencarian berita disebut membantu Google mengumpulkan data dari pengguna untuk membantu menyesuaikan dengan produk-produk lainnya. 

Google membantah temuan tersebut. Juru Bicara Google mengatakan bahwa penghitungan yang dilakukan tim penelitian tidak akurat. 

"Banyak kueri berita tidak menampilkan iklan. Studi ini mengabaikan manfaat yang diberikan Google. Setiap bulan, Google News dan Google Search mendorong lebih dari 10 miliar klik ke situs berita," ujarnya. 

Mendukung bantahan Google, Profesor Aron Pilhofer dari Temple University mengatakan bahwa studi tersebut gagal dalam mempertimbangkan bagaimana Google mengarahkan pengguna ke situs berita. 

Studi dilakukan setelah Uni Eropa menyetujui Undang-Undang Hak Cipta pada April 2019 lalu. Beleid mengharuskan Google dan raksasa daring lainnya membayar penerbit-dalam hal ini situs media-untuk konten berita yang tersaji dalam laman pencarian. 

Banyak perusahaan media mendukung langkah UE tersebut. Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan pendapatan artis ataupun situs penyedia konten. [] CNN
Diberdayakan oleh Blogger.