Warga : Geuchik Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Air yang Disebabkan Pembangunan Waduk

Lentera24.com | ACEH TIMUR -- Diduga akibat pembangunan waduk mulik salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Dusun Utama Gampong Paya Bili 1 (satu)  Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, sedikitnya 60 KK di dusun itu krisis air untuk keperluan sehari hari.


Foto : Foto : Dok. Roby Sinaga/L24
Oleh karenanya, pada hari Rabu (15/4) Puluhan ibu-ibu adakan pertemuan di balai Gampong setempat bertujuan agar Geuchik bertanggung jawab atas krisis air yang dialami warga saat ini.

Kepada media ini Syah Raini (51) menyebutkan bahwa, semenjak dibangun waduk milik PKS tersebut warga menjadi sulit mendapatkan air bersih dari aliran sungai "Bahkan air sungai sudah mengalami perubahan warna yang biasanya berwarna kuning kini berubah menjadi warna hitam dan berbauk busuk", katanya.

Sambungnya, oleh sebab itu kami hari ini para ibuk rumah tangga berkumpul di balai ini untuk membahas dan minta pertanggung jawaban Geuchik Paya Bili 1. 

"Jangan dia yang mendapat untung dari job pembangunan waduk milik PKS, kami 60 KK warganya sendiri yang harus menanggung kesusahan karena air sungai tidak bisa digunakan lagi "Padahal sudah bertahun-tahun kami bergantung air sungai untuk mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga setiap hari", ungkap nya.

"Bahkan terkait pembelian tanah seluas 13 Rante untuk pembuatan waduk milik PKS, kepala Lorong setempat tidak tau sama sekali, semua urusan sama Geuchik", ujarnya lagi.

Sementara Saipol selaku Geuchik Paya Bili 1 kepada media ini membenarkan bahwa dirinya yang mengerjakan waduk milik PKS tersebut. Benar kita yang mengerjakan pembuatan waduk milik PKS itu, namun bukan sistim borongan, hanya upah alat berat 3,5 juta perhari.

"Perubahan itu terjadi dikarenakan di sungai yang lama itu ada kayu Merbau yang tertanam tidak bisa diambil, sehingga air berubah hitam", ujar Geuchik [] L24-007 (Roby Sinaga)
Diberdayakan oleh Blogger.