Tafsir Andi Arief soal Pidato Prabowo : 02 Pasti Kalah Serta Tak ke MK

Lentera24.com | JAKARTA -- Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil penghitungan suara yang curang. Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menganalisis sikap Prabowo.

Foto : Detik
"Pak Prabowo menyatakan akan memboikot perhitungan pilpres. Bukan memboikot pemilu. Itu artinya, 02 pasti kalah dan 01 pemenangnya serta tidak berakhir di MK. Setelah itu, yang menjadi masalah adalah legitimasi presiden terpilih, karena pemboikotan bisa mengarah pembangkangan sipil," kata Andi Arief di Twitter-nya, Rabu (15/5/2019). Cuitan ini dibagikan Andi ke beberapa wartawan.

Menurut Andi, pemboikotan hasil penghitungan suara versi Prabowo merupakan jalan damai tanpa mobilisasi massa. Dia memuji sikap Prabowo.

"Pemboikotan hasil pemilu adalah salah satu jalan damai tanpa kekerasan dan tanpa mobilisasi massa. Di beberapa negara yang pemilunya bermasalah, banyak yang tempuh cara ini. Ada ketegangan, tapi Pak Prabowo menurut saya cukup bijak dengan tempuh jalan ini," sebut Andi Arief.

Andi memandang sikap Prabowo yang 'memboikot' penghitungan hasil pilpres yang curang merupakan bentuk perlawanan tidak aktif. "Boikot perhitungan hasil pemilu adalah satu bentuk perlawanan pasif 02," jelas dia.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 yang curang. Namun dia mengatakan masih menaruh harapan kepada KPU.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5). [] DETIK
Diberdayakan oleh Blogger.