Puluhan Pensiunan PTPN 1 Aceh Audiensi ke Kantor Direksi

Lentera24.com | LANGSA -- Puluhan Pensiunan Karyawan PTPN 1 Aceh, Rabu (21/05), mendatangai Kantor Direksi Perusahaan tersebut, untuk melakukan audiensi terkait beberapa tuntutan yang ingin mereka sampaikan kepada Jajaran Direksi Perusahaan Plat merah itu.




Audiensi yang bertajuk "Damai menyambut Idul Fitri" tersebut bertujuan untuk menyatukan sikap para pensiunan terkait beberapa poin. Pertama mereka (Pensiunan) tidak terima atas perlakuan Direksi PTPN 1,  dimana hingga saat ini perusahaan belum membayarkan Santunan Hari Tua (SHT). Kedua kami meminta Agar Direksi PTPN 1 segera menyelesaikan pembayaran Santunan Hari Tua (SHT) kami selambat-lambatnya s/d akhir tahun 2019.

Ketiga, Kami tidak akan menerima negosiasi kecuali didampingi oleh pihakP P3RI dan Pengacara, keempat kami menghimbau kepada Manajemen Holding dan Kementrian BUMN untuk mengevaluasi kinerja Direksi PTPN 1 yang sekarang, serta mempertimbangkan adanya kucuran dana segar.

Kelima kami meminta semua tuntutan yang disampaikan agar direalisasikan dalam waktu 1 bulan terhitung sejak hari ini Rabu tanggal 22 Mei 2019, apabila dalam kurun waktu yang tersebut tidak ada jawaban seperti yang kami harapkan, kami akan kembali berorasi dengan menyertakan seluruh para Pensiunan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PTPN 1 Aceh, melalui Kasubag Humas PTPN 1 Aceh, Dedy Mulyadi, kepada Lentera24 mengatakan, perusahaan sama sekali tidak mengabaikan haknya para karyawan berupa SHT tersebut, namun dengan nominal SHT yang cukup besar sekitar 105 Milliar untuk 985 orang pensiunan tahun 2013-2019, menjadikan perusahaan harus memutar otak dalam hal pelunasan. 

"Kita sama-sama mengetahui kondisi keuangan perusahaan saat ini, oleh sebab itu ada dua opsi kita tawarkan kepada para pensiunan, pertama dengan cara dicicil, kedua Holding akan menggantikan uang SHT dengan tanah," tukas Dedy.

Untuk cicilan pertama, kata Dedy, perusahaan akan mengupayakan akan dicairkan sebelum hari raya Idul Fitri mendatang. "Tadi pada audiensi sudah disampaikan, SHT akan diupayakan dicicil sebelum memasuki lebaran, namun nominalnya tidak bisa dipastikan," pungkas Dedy. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.