Pria Berparang "Serang" Masjid

Lentera24.com | ACEH BARAT -- Pria tidak dikenal dengan membawa sebilah parang tiba-tiba muncul di Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (12/5) sekira pukul 03.00 dini hari. Pelaku yang belum teridentifikasi atau orang tidak dikenal (OTK) dengan memakai sepatu bot dan senter di kepala itu merusak sebuah mikrofon (pengeras suara) di masjid setempat.

Foto : Serambinews
Informasi diperoleh Serambi, Minggu kemarin, sejumlah pemuda atau jamaah di Desa Lapang sedang melaksanakan tadarus di dalam masjid, serta sejumlah lainnya duduk di pondok dalam perkarangan masjid. Tiba-tiba dari arah sawah di dekat masjid muncul pria tidak dikenal membawa sebilah parang masuk ke dalam masjid.

Tanpa basa basi, pria tersebut langsung mencari mikrofon yang digunakan warga yang sedang mengaji tadarus. Karena gelagat lain sehingga peserta tadarus memilih kabur dengan bersembunyi di kamar masjid.

Langkah itu untuk menyelamatkan jiwa mereka dari ulah pelaku. Sementara pelaku langsung merusak miktofon dengan parang miliknya.Setelah merusak mikrofon pelaku meninggalkan masjid dan kembali berjalan ke arah sawah sehingga sejumlah warga lain mencari pelaku.

Pjs Keuchik Lapang, Mashadi yang dikonfirmasi kemarin, terkait peristiwa di masjid desanya mengaku belum mengetahui detail apa maksud dari pelaku yang datang ke masjid dan merusak mikrofon. “Pelaku belum kita ketahui. Apakah orang gila atau bukan. Tapi kalau orang gila tidak mungkin membawa parang,” katanya.

Dijelaskannya, dari keterangan beberapa warga peserta tadarus pelaku tidak mereka kenal dan bukan warga Lapang. Dalam peristiwa ini, sebuah mikrofon rusak dan kasus seperti ini belum pernah terjadi di desanya, apalagi saat ini bulan suci Ramadhan.

Polres Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, terkait kasus yang sempat heboh itu, Polres Aceh Barat dan Polsek JohanPahlawan menurunkan personel untuk menyelidiki dan memastikan kasus tersebut, apalagi berkaitan dengan rumah ibadah umat Islam. Selain ke Masjid Nurul Arifin, polisi juga menemui sejumlah warga yang mengetahui kasus itu.

Tim dari Polres yang turun di antaranya Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK dan Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra SE, serta sejumlah personel. Tim turun untuk memastikan keterangan guna mengungkap kasus itu,yakni apakah pelakunya orang gila atau bukan. Polisi ikut mengamankan sebuah mikrofon sebagai barang bukti yang sudah rusak.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK saat ditanyai Serambi, kemarin, mengatakan, personelnya sudah turun ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengusut dan mengungkap kasus yang terjadi di masjid Desa Lapang tersebut. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.