Dyah Erti Ajak Perempuan Bangun Kesiagaan Hadapi Bencana

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati mengajak seluruh elemen perempuan Aceh untuk membangun kesiagaan dalam masyarakat kala menghadapi setiap bencana yang melanda Aceh. Menurutnya bencana tidak dapat dicegah, namun setiap manusia memiliki peran untuk meminimalisir jatuhnya korban dengan adanya kesadaran mitigasi bencana.

Foto : Dok. Humas Prov. Aceh
“Perempuan sangat perlu dilibatkan  untuk meningkatkan tingkat survival. Apalagi Aceh yang rawan bencana,” ujar Dyah saat memberi materi peran perempuan dalam membangun ketangguhan keluarga menghadapi bencana. Acara tersebut digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di The Pade Hotel, Banda Aceh, Kamis (2/5).

Acara yang digelar oleh BPBA itu, diikuti oleh peserta perempuan dari berbagai elemen. Ada pengurus PKK, Dharmawanita, ASN, sampai guru sekolah dari SD hingga SMA.

Menurut Dyah, masyarakat Aceh berada pada peringkat kedua setelah Jogja dalam hal menguasai pengetahuan tentang mitigasi bencana. Bahkan Pemerintah Aceh bersama dengan Universitas Syiah Kuala konsen dalam penanggulangan dan mitigasi bencana. Namun, masyarakat Aceh acap sekali lupa terhadap bencana yang pernah menimpanya.

Oleh sebab itu, Dyah meminta semua perempuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Mengingat letak Aceh berada pada lempeng rawan bencana.

“Kita memang sangat rentan terhadap bencana. Sehingga kita harus menjadi inong siaga bencana,” ujar Dyah.

Dyah mengatakan Aceh sangat terancam oleh bencana. Selain tsunami dan gempa, ada berbagai bencana lainnya melanda Aceh. Di antaranya, banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem dan lainnya.

Salah satu upaya yang disiapkan pemerintah untuk mengurangi jumlah korban saat dilanda bencana, khususnya tsunami adalah membangun escape building. Untuk itu setiap masyarakat harus mengetahui rute aman menuju escape building saat bencana tiba. Karena itulah, Dyah meminta kepada semua perempuan yang menjadi peserta itu untuk mengajarkan keluarga maupun anak didik soal rute aman menuju escape building.

“Anak-anak harus tau rute dari sekolahnya ke escape building, dari rumah ke escape building,” kata Dyah.

Dengan demikian, kata istri Plt Gubernur Aceh itu, anak didik di sekolah dapat menjadi wadah untuk membantu menginformasikan keluarganya tekait rute aman menuju escape building. Untuk itu, ia meminta kepada para guru perempuan yang menjadi peserta acara tersebut agar melakukan simulasi perjalanan dari sekolah ke escape building.

Kemudian, Dyah juga mengingatkan agar dokumen penting seperti ijazah diselamatkan sedini mungkin sebelum bencana melanda. Salah satu caranya adalah dengan membungkus dokumen tersebut dengan plastik. Sehingga saat bencana seperti banjir melanda, dokumen tersebut tidak rusak.

“Yang paling penting mensosialisasikan. Seberapa besarpun kita memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana dan ahli mitigasi bencanna, akan tidak penting bila tidak disosialisasikan ke suluruh elemen masyarakat ke pelosok Aceh. Tujuannya adalah untuk meminimalkan adanya jatuh korban jiwa,” pungkasnya. [] L24-012 (M. Amin)

Diberdayakan oleh Blogger.