BPOM Temukan Boraks dan Formalin

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh masih menemukan mi mengandung bahan berbahaya boraks dan formalin, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan terhadap makanan berbuka puasa di lima kabupaten/kota.

Foto : Serambinews
Kepala BPOM Banda Aceh, Zulkifli kepada wartawan seusai sidak makanan berbuka puasa di Jalan Tgk Pulo Dibaroh, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/5), mengatakan, sebelumnya sidak sudah dilakukan di Rukoh terhadap 42 sampel makanan ditemukan dua sampel mi diduga mengandung boraks. Selanjutnya, di Lambaro Skep dari 28 sampel, lima sampel mengandung boraks dan satu mengandung formalin pada mi.

“Sementara di Jalan Tgk Pulo Dibaroh atau kawasan rujak Garuda dari 24 sampel yang diuji, rata-rata adalah mi hasilnya negatif atau bersih. Artinya tidak mengandung boraks atau formalin,” kata Zulkifli yang menyebutkan sampel makanan tersebut langsung diuji cepat di mobil lab BPOM.

Selain di Banda Aceh, temuan lain dalam sidak BPOM di Aceh Timur dari 20 sampel makanan berbuka puasa yang diuji hasilnya negatif. Namun di Aceh Utara dari 25 sampel ditemukan satu sampel mi diduga mengandung boraks.

Sedangkan di Nagan Raya dari 36 sampel, satu sampel kerupuk tempe positif mengandung boraks. Dan di Aceh Barat Daya dari 52 sampel juga ditemukan 6 sampel mengandung boraks pada kerupuk jengek dan bahan pembuat mi atau air abu.

Dikatakan, dalam sidak yang dilakukan tersebut target pihaknya adalah produk-produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. “Mi kita masih punya persoalan, maka pada hari ini kita turun dan banyak mi yang kita pantau. Selain mi, juga ada minuman yang kita curigai untuk kita uji,” sebutnya.

Sementara untuk temuan formalin dan boraks pada mi di Banda Aceh, hal itu sedang ditelusuri pihaknya. “Saya sudah lapor ke Pak Wali dan Kepala Dinas Kesehatan. Terus terang saya kaget, karena saya menganggap formalin pada mi sudah selesai. Ini sedang kita telusuri sumbernya dari mana, sebab dari pantauan selama ini mi kita banyak mengandung boraks,” sebutnya.

Zulkifli menjelaskan mi yang mengandung formalin atau boraks warnanya lebih mengkilat, dan tahan selama tiga hari, dan lebih kenyal. Maka ia mengimbau masyarakat sebelum membeli mi lihat dulu ciri-ciri dari mi tersebut.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, yang juga ikut dalam sidak tersebut menyampaikan, Pemerintah Banda Aceh berkomitmen ‘membersihkan’ semua makanan, khususnya mi bebas dari bahan-bahan berbahaya.

“Apalagi mi seperti yang kita tahu sangat dikenal di Aceh, maka kita bersama BPOM akan mengawal mi agar bebas dari formalin dan boraks,” katanya.

Pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku yang menjual mi mengandung bahan berbahaya. “Apabila itu pemain lama maka akan kita tindak tegas, tidak kita ingatkan lagi. Tindakan yang diberikan berupa kita tutup izinnya,” kata Zainal Arifin. [] SERAMBINEWS




Diberdayakan oleh Blogger.