Upaya Menjaga Kearifan Lokal, FKL Bantu Pembangunan Balai Adat

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --  Forum Konservasi Louser (FKL) mempunyai komitmen serta program untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan serta membantu masyarakat yang hidup berdekatan dengan kawasan hutan Louser. 


Hal itu dikatakan Kadiv Humas Forum Konservasi Louser Regional I Langsa, Drs Bahtiar ZA, ketika ditemui awak media usai peresmian Balai Adat di Kampung Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Sabtu (06/04).

Bahtiar menilai manusia tidak bisa hidup tanpa hutan, karena hutan sebagai salah satu sumber kehidupan. "manusia sebagai tekhnis, hutan (tumbuhan) sebagai produksi, dan hewan sebagai penyebarnya, itu sebabnya orang-orang tua dulu sangat melarang kita untuk menebang hutan, dan menyuruh kita untuk selalu menjaganya," ujarnya.  

Selain itu, kata Bahtiar lagi, jika manusia tidak menghargai dan menjaga ekosistem hutan dengan baik, maka bencana yang akan terjadi, dan habitat hewan juga akan punah. Ia menganggap, saat ini banyak masyarakat kurang memahami cara mengelola hutan menjadi lahan pertanian, "ini menjadi tugas FKL untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang bagaimana menjaga ekosistem hayati dan hewani, bagi kelangsungan rantai kehidupan," katanya. 


Untuk itu, pembangunan Balai Adat ini juga merupakan salah satu program FKL, dan bertujuan sebagai tempat pertemuan untuk memberikan pembelajaran juga bimbingan kepada masyarakat sehingga balai ini juga dapat digunakan untuk menjaga dan menumbuhkan Kearifan budaya lokal. 

Dijelaskan nya lagi, Balai Adat ini sifatnya multifungsi, yang dapat digunakan masyarakat Desa untuk segala kegiatan, juga ketika FKL melakukan penyuluhan, "biasanya masyarakat menggunakan mesjid sebagai tempat pertemuan, tetapi hari tidak lagi, semoga saja bangunan Balai Adat ini dapat membantu mereka," tandasnya. 

Sebelumnya, Balai Adat di Kampung Pantai Cempa yang telah selesai di bangun oleh Forum Konservasi Louser (FKL) itu, diresmiankan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, dan selanjutnya dilakukan penanaman pohon di sebelah Balai tersebut sebagai simbol pelestarian hutan. [] L24 - ZULFITRA
Diberdayakan oleh Blogger.