TKD Sebut Kekalahan Jokowi-Ma'ruf di Jabar karena Hoaks

Lentera24.com | BANDUNG -- Tim Kampanye Daerah (TKD) mengakui kekalahan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Barat. Ada beberapa faktor yang membuat Jokowi gagal menggerus suara Prabowo di Jabar.

Foto : Detik
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jabar Dedi Mulyadi mengatakan kerja keras pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak berhasil merebut hati warga. Dilihat dari hasil quick count yang hampir sama dengan Pilpres 2014 lalu.

Meski upaya di lapangan sudah maksimal mulai dari kampanye dan mensosialisasikan pembangunan di era Jokowi, ternyata tidak cukup mengubah persepsi pemilih Jabar.

"Faktor persepsi pikiran orang Jawa Barat nyaris tidak ada perubahan dengan 2014 dan hari ini," kata Dedi kepada wartawan di Hotel Novotel, Kota Bandung, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya politik identitas dan isu hoaks yang menerpa Jokowi terbukti ampuh membuat pemilih di Jabar untuk memilih Prabowo-Sandiaga Uno. Faktor itu yang sulit dihadapi tim di lapangan.

"Jokowi benar, bahwa 7 juta warga Jabar termakan isu hoaks yang menimpa dirinya itu terbukti," ungkap dia.

Menurutnya rumor yang dikelola di media sosial jauh lebih mendominasi ini juga dikarenakan akses internet di Jabar yang sangat tinggi. "[Hoaks] ini sampai ke ujung-ujung kampung, media sosial memberikan efek," katanya.

Dedi mengaku urusan persepsi ini faktor paling kuat penyebab kekalahan Jokowi meski warga banyak yang menikmati kebijakan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

"Program keluarga harapan yang diterima 1,7 juta warga Jabar yang artinya mereka menerima kebijakan Jokowi langsung diterima, tapi tidak memberikan efek tinggi pada Pak Jokowi,"
tuturnya.

Politik identitas dan isu hoaks yang menyerang Jokowi dengan cepat dikonsumsi warga Jabar melalui media sosial. Mengingat, Jabar termasuk pengguna media terbesar di Indonesia.

"(Hoaks) ini sampai ke ujung-ujung kampung, media sosial memberikan efek signifikan," kata Ketua DPD Golkar Jabar ini

Sejumlah lembaga survei merilis kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Barat, seperti Lembaga survei Indo Barometer. Dari data 99,67 persen yang sudah masuk, Joko Widodo - Ma'ruf Amin 44,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 55,6 persen.

Sementara itu Badan Pemenangan Daerah (BPD) Jabar mengklaim dari hasil survei internal, Prabowo-Sandi menang 60 persen dan Jokowi-Ma'ruf 40 persen.

Hasil ini tak berbeda jauh dengan Pilpres 2014. Saat itu, Prabowo-Hatta unggul 59,78 persen dan Jokowi-JK 40,22 persen. [] DETIK
Diberdayakan oleh Blogger.